Senin, 1 Juni 2026

Bullying di Surabaya Marak, William Wirakusuma Singgung Soal Adab

Mengapa kasus bullying di Surabaya sulit berhenti? Anggota Komisi D DPRD Surabaya William Wirakusuma ungkap akar masalah dan solusinya.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Nuraini Faiq
PERANGI BULLYING - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma, mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah menghentikan aksi bullying atau perundungan yang belakangan ini masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma, menyoroti rentetan kasus bullying pelajar di Surabaya.
  • Pendidikan karakter dan adab dianggap sebagai kunci utama menghentikan perundungan.
  • Kolaborasi antar-instansi diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma, mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah untuk menjaga status Surabaya sebagai kota layak huni tingkat dunia.

Langkah nyata yang harus segera diambil adalah menghentikan aksi bullying atau perundungan yang belakangan ini masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan Kota Pahlawan.

"Semua harus berpartisipasi. Ya Pemkot-nya, DPRD-nya, juga masyarakat semua. Salah satunya menghentikan bullying di Surabaya," tegas William saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Jawa TImur (Jatim), Jumat (27/2/2026).

Darurat Perundungan dan Pentingnya Adab

Fenomena bullying di Surabaya belakangan mencuat dengan berbagai modus yang memprihatinkan, mulai dari perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus hingga aksi pengeroyokan antar-pelajar.

William menilai, persoalan mendasar dari fenomena ini adalah adanya ketimpangan dalam pembentukan karakter anak sejak dini yang tidak merata di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Menurutnya, pendidikan karakter yang kuat harus berlandaskan pada adab dan empati agar anak tidak merasa superior atau inferior terhadap sesamanya.

  • Meningkatkan empati dan rasa saling menghargai antar-pelajar.
  • Menghilangkan kesenjangan kualitas pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan sekolah.
  • Menerapkan kedisiplinan super ketat di lembaga pendidikan untuk menegakkan aturan.

"Dalam agama apa pun semua menempatkan adab di atas segalanya. Tapi harus mulai dibudayakan karakter yang tangguh dan berani bicara," lanjut politisi dari Fraksi PSI tersebut.

Langkah Strategis Pemerintah Kota

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A-PPKB) telah memperkuat sinergi dengan berbagai pihak eksternal.

Program kolaboratif bersama Kemenag, BNN, Kepolisian, hingga institusi kampus sedang digencarkan untuk memitigasi kenakalan remaja dan aksi perundungan di sekolah.

William berharap, instruksi pencegahan ini dijalankan secara riil agar karakter anak Surabaya menjadi lebih tangguh, disiplin dan senantiasa menaati hukum yang berlaku.

Kasus Bullying di Surabaya

Berdasarkan data yang dihimpun SURYA.co.id, kasus perundungan di Surabaya sempat menjadi sorotan nasional, salah satunya kasus viral seorang siswa yang dipaksa menggonggong oleh orang tua murid lain.

Selain itu, Dinas Pendidikan Surabaya mencatat perlunya penguatan satgas pencegahan kekerasan di sekolah untuk memantau interaksi siswa di area-area yang minim pengawasan orang dewasa.

Imbauan untuk Orang Tua dan Guru

Diharapkan para orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, dan tidak ragu melaporkan jika ditemukan indikasi perundungan.

Bagi institusi sekolah, sangat penting untuk menciptakan kanal pengaduan yang aman bagi korban agar mereka berani bersuara tanpa rasa takut akan intimidasi lanjutan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved