HUT ke-50 DLU: Target Zero Accident dan Desakan Insentif bagi Pengusaha Kapal
Potensi transportasi laut 2026 menjanjikan. PT DLU siapkan ekspansi armada, Bambang Haryo soroti beban biaya PNBP dan pendangkalan alur pelabuhan
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- PT DLU berencana ekspansi rute dan armada pada 2026 untuk perkuat konektivitas nasional.
- Bambang Haryo Soekartono mendesak pemerintah berikan insentif PNBP dan perbaiki alur pelabuhan yang dangkal.
- Keselamatan (Zero Accident) menjadi fokus utama DLU di usia ke-50 tahun.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Potensi transportasi laut nasional diproyeksikan meningkat pesat pada 2026 seiring pertumbuhan konektivitas antarwilayah. Namun, kalangan pengusaha menilai peluang tersebut harus dibarengi dengan dukungan regulasi yang konkret, terutama terkait insentif biaya operasional dan perbaikan infrastruktur pelabuhan.
Hal ini terungkap dalam peringatan HUT ke-50 PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Senin (16/2/2026).
Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono, menegaskan optimisme perusahaan dalam menyambut tahun 2026 dengan rencana ekspansi strategis.
Menurut Erwin, kebutuhan distribusi logistik di negara kepulauan seperti Indonesia terus tumbuh. Merespons hal tersebut, DLU menargetkan perluasan layanan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan akses pelayaran baru.
Rencana Ekspansi dan Zero Accident
Erwin menjelaskan bahwa sejumlah pemerintah daerah telah mengajukan permohonan agar DLU membuka lintasan baru guna mendukung pemerataan pembangunan ekonomi.
“Kita akan evaluasi lintasan mana yang harus kita layani untuk memperkuat NKRI, sesuai kebutuhan masyarakat. Beberapa daerah juga mulai memberikan masukan serta permohonan agar bisa kita layani,” ungkap Erwin.
Selain ekspansi rute, DLU juga fokus pada aspek keselamatan dan pembenahan armada. Berikut poin-poin strategis yang disiapkan DLU:
- Renovasi Armada: Melakukan pembenahan kapal secara masif tahun ini sebagai persiapan penambahan armada pada 2026.
- Road to Zero Accident: Menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas mutlak di seluruh operasional kapal.
- On Time Performance: Evaluasi ketepatan waktu sandar dan berangkat demi kenyamanan penumpang dan efisiensi logistik.
Sorotan Infrastruktur dan Regulasi
Di tempat yang sama, Pemilik sekaligus Penasehat Utama DLU, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyoroti tantangan berat yang masih dihadapi industri pelayaran nasional. Anggota DPR RI tersebut menilai beban biaya operasional pengusaha kapal masih terlalu tinggi.
Bambang mendesak pemerintah memberikan insentif serupa seperti yang diterima sektor transportasi udara. Salah satu yang paling mendesak adalah penyesuaian tarif kepelabuhanan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Masih banyak yang diharapkan para pengusaha, termasuk terkait PNBP dan tarif kepelabuhanan. Tanpa dukungan itu, perkembangan perusahaan akan terhambat,” tegas Bambang.
Selain masalah biaya, BHS juga mengkritisi kondisi fisik pelabuhan di berbagai daerah. Ia menyebut banyak alur pelayaran dan kolam pelabuhan yang mengalami pendangkalan (sedimentasi), sehingga membahayakan keselamatan kapal.
“Ini menyangkut keselamatan dan efisiensi. Pemerintah memiliki kewajiban melakukan normalisasi alur sesuai amanat undang-undang,” pungkasnya.
Duduk Perkara: Tantangan Logistik di Negara Kepulauan
Sebagai informasi tambahan, isu efisiensi transportasi laut menjadi krusial karena posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Data menunjukkan bahwa biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara tetangga di ASEAN.
Berdasarkan catatan historis, PT Dharma Lautan Utama sendiri didirikan pada 15 Februari 1976 oleh Soekarno (pendiri) untuk menjawab tantangan konektivitas ini. Berawal dari operasi kapal feri sewaan, perusahaan ini kini telah berkembang menjadi salah satu operator swasta terbesar yang melayani lintas penyeberangan dan jarak jauh.
Tingginya biaya logistik nasional sering kali dikaitkan dengan dua faktor utama: inefisiensi di pelabuhan (termasuk waktu tunggu/dwelling time) dan belum meratanya infrastruktur pendukung di luar Jawa. Desakan BHS terkait pengerukan alur pelabuhan relevan dengan upaya menekan biaya demurrage dan kerusakan kapal akibat kandas.
Imbauan / Tips
Menghadapi tantangan tahun 2026, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemangku kepentingan:
- Bagi Pemerintah: Segera lakukan audit kedalaman alur pelabuhan-pelabuhan strategis dan percepat proses pengerukan (dredging) untuk menjamin keselamatan pelayaran.
- Bagi Regulator: Pertimbangkan insentif fiskal atau keringanan PNBP bagi operator kapal yang konsisten melayani rute perintis atau daerah terpencil.
- Bagi Pengguna Jasa: Tetap prioritaskan memilih operator kapal yang memiliki standar keselamatan (safety) terakreditasi dan rekam jejak perawatan armada yang baik.
| Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 25 April 2026: Dominan Berawan, Suhu Capai 33 Derajat Celsius |
|
|---|
| Update Moto3 MotoGP Spanyol 2026, Veda Ega Pratama Tak Bisa Tembus Kualifikasi 2 |
|
|---|
| Lirik Sajadah Merah Versi Sholawat: Teks Arab, Latin, dan Terjemahannya yang Menyentuh Hati |
|
|---|
| Pansus BUMD Jawa Timur Rencana Sampaikan Laporan Pembahasan Akhir Bulan ini |
|
|---|
| Bacaan Sholawat Munjiyat Lengkap: Teks Arab, Latin, Terjemahan, dan Keutamaan sebagai Doa Penyelamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/HUT-ke-50-Dharma-Lautan-Utama.jpg)