Warga Curhat pada Ketua Komisi A saat Reses di Perbatasan Surabaya-Gresik
Warga Surabaya yang berbatasan dengan Gresik di Jatim curhat kepada wakil rakyat di DPRD Surabaya
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pelaku UMKM jahit di perbatasan Surabaya-Gresik, curhat kekurangan mesin pelubang kancing saat reses Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko.
- Yona membantu dengan mesin jahit baru, serta menyerahkan bantuan terop, kursi, meja, dan mesin pemotong rumput untuk kegiatan warga.
- Ia juga sosialisasikan pentingnya validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan tepat sasaran.
SURYA.co.id, SURABAYA - Warga Surabaya yang berbatasan dengan Gresik di Jatim curhat kepada wakil rakyat di DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko.
Di hadapan Ketua Komisi A dari Fraksi Gerindra ini, mereka para pelaku UMKM jahit curhat susahnya bikin lubang kancing baju.
Warga di perbatasan itu kerap mendapat order konveksi. Mereka kesusahan saat banyak pesanan.
"UMKM jahit di sini kekurangan fasilitas," curhat Lailatul Rahimah, pelaku UMKM jahit, Sabtu (14/2/2026).
Warga Sampaikan Keluhan Terbuka
Kedatangan Yona yang politisi Gerindra dari Dapil Surabaya Barat itu dijadikan tempat curhat.
Menyampaikan suara, aspirasi, hingga keluhan warga disampaikan terbuka.
Baca juga: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Sebut Program MBG akan Serap 8300 Tenaga Kerja Lokal
UMKM penjahit di Tambak Osowilangun itilu ada empat orang. Namun belum mencukupi fasilitasnya.
Yona yang paham kebutuhan warga tidak pakai lama membantu membelikan mesin jahit untuk melubangi kancing baju.
Belum Punya Mesin Pembuat Lubang Kancing
Menurut dia, selama ini kelompoknya sudah memiliki beberapa mesin jahit dan obras, namun belum mempunyai mesin khusus pembuat lubang kancing.
Hal itu membuat mereka harus keluar daerah untuk menyelesaikan pesanan.
“Kita masih punya mesin jahit hitam sama obras. Biasanya lubang kancing ke Gresik, Pak, satu kancing itu Rp1.000. Nanti alhamdulillah bisa dikerjakan di rumah sendiri,” katanya.
Empat orang penjahit pelaku UMKM itu berlokasi dalam satu RT. Mereka menerima berbagai pesanan, mulai dari seragam hingga permak pakaian.
Dia berharap ada bantuan Pemkot. Tapi belum terealisasi. Dengan dibantunya mesin Pelubang kancing baju sangat membantu warga.
“Sangat terbantu, alhamdulillah sangat. Selama ini dari pemerintah belum pernah dapat bantuan sama sekali. Jadi ini benar-benar membantu usaha kami,” ujarnya.
Pastikan Tak Tertinggal
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe menggelar reses di Tambak Osowilangun, kawasan perbatasan Surabaya dengan Gresik.
“Wilayah perbatasan seperti ini harus kita pastikan tidak tertinggal, baik pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” ujar Cak Yebe.
Politisi Gerindra ini sebenarnya memfokuskan sosialisasi pembahasan pada pentingnya validitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Ini penting sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.
Akurasi data menentukan apakah bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Agar bantuan tepat sasaran. Jangan sampai yang tidak berhak justru masuk.
Petugas Survei
Cak Yebe mengimbau warga untuk terbuka saat proses pendataan berlangsung.
Oleh karena itu, dia meminta masyarakat menerima petugas atau surveyor DTSEN yang datang melakukan verifikasi lapangan.
“Kalau ada petugas survei datang, mohon diterima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua agar datanya valid,” kata Wakil Ketua DPC Gerindra ini.
“Kami ingin warga ikut mengawal. Pastikan datanya sesuai kenyataan, karena dari situlah kebijakan bantuan disusun,” lanjutnya.
Serahkan Bantuan
Selain sosialisasi, Cak Yebe menyerahkan bantuan berupa terop, kursi, dan meja untuk mendukung kegiatan sosial warga.
Dia ingin bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pertemuan RT, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas kepemudaan.
“Ini mungkin terlihat sederhana, tapi semoga bisa menunjang kegiatan warga sehari-hari,” ujar Cak Yebe.
Selain itu, dia juga memberikan mesin pemotong rumput untuk menunjang kebersihan lingkungan.
Fasilitas ini diharapkan memperkuat budaya gotong royong di kawasan perbatasan.
Bantuan untuk Usaha Warga Agar Makin Produktif
Cak Yebe menyerahkan bantuan senilai Rp 5 juta untuk membeli mesin jahit kepada pelaku UMKM jahit RT setempat.
Bantuan ini ditujukan agar usaha warga semakin produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
“UMKM harus kita dorong terus. Dengan alat yang memadai, usaha ibu-ibu penjahit bisa berkembang dan memberi manfaat lebih besar bagi keluarga,” kata Cak Yebe.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| VIDEO Kecelakaan KA Dhoho Vs Truk di Kota Blitar, Kereta Tak Melanjutkan Perjalanan ke Malang |
|
|---|
| Lirik Ya Habibi Ya Muhammad Lengkap: Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
| Akhir Kasus Perzinaan Oknum ASN Pemkot Batu dan Biduan Asal Pasuruan, Keduanya Dipenjara |
|
|---|
| Breaking News : Kecelakaan KA Dhoho Tabrak Truk di Kota Blitar |
|
|---|
| Lirik dan Terjemahan Lagu Arab Bi Saraha - Abeer Nehme yang Viral di TikTok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Warga-yang-UMKM-penjahit-curhat-mesin-jahit-hingga-direalisasikan-Yona.jpg)