Jumat, 29 Mei 2026

Perhiasan Emas Model Stacking, Bertumpuk Tetap Trendi dan Tampil Elegan

Gaya menumpuk atau memakai lebih dari satu item perhiasan kian digemari karena tampilannya yang elegan

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq
PERHIASAN EMAS - Deretan perhiasan emas yang dipamerkan di Pesta Kilau Emas Vol. 2 di Atrium LG Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya, Rabu (31/12/2025). Ajang pameran perhiasan yang digelar mulai mulai 31 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 oleh Wahyu Redjo Group menghadirkan lebih dari sekadar deretan koleksi emas terkini. 
Ringkasan Berita:
  • Penggemar perhiasan di Surabaya banyak yang menyukai gaya stacking perhiasan. Item perhiasan ditumpuk dan memperlihatkan tampilan modis, elegan, dan tetap simpel.
  • Manajemen Representatif Wahyu Redjo Diana Kusuma Atmaja sebut tren saat ini lebih simpel, kemudian elegan, klasik, banyak yang bermain model stacking
  • Teknik penggabungan ini bisa digunakan cincin, kalung, maupun gelang. Tidak ada aturan baku, semuanya bergantung pada selera pribadi. 

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Stacking menjadi tren model pemakaian emas.

Gaya menumpuk atau memakai lebih dari satu item perhiasan kian digemari karena tampilannya yang elegan namun tetap trendi.

Hal ini disampaikan Manajemen Representatif Wahyu Redjo Diana Kusuma Atmaja,  market Surabaya menyukai gaya stacking perhiasan.

Diana menyebut, gaya ini memperlihatkan bagaimana item perhiasan ditumpuk dan memperlihatkan tampilan modis, elegan, dan tetap simpel.

Baca juga: Rayakan Tahun Baru 2026, Ada Pameran Perhiasan Pesta Kilau Emas di PTC Surabaya

“Rata-rata sekarang ini trennya lebih ke simpel, kemudian elegan, klasik, banyak yang bermain model stacking. Dan kalau ngomongin model bisa beda selera masyarakat di Surabaya dan luar kota. Di Surabaya ini saya lihat suka stacking,” sebutnya ditemui di Pameran “Pesta Kilau Emas” Pakuwon Trade Center Surabaya, Rabu (31/12/2025).

Simbol Ekspresi Diri

Gaya menumpuk perhiasan jadi simbol ekspresi diri. Teknik ini bisa digunakan untuk penggunaan cincin, kalung, maupun gelang.

Tidak ada aturan baku, semuanya bergantung pada selera pribadi. 

Baca juga: Kepala Nenek di Situbondo Dikepruk Hingga Bocor saat Lagi Salat, Perhiasan Emas 10 Gram Raib

Seperti menggabungkan dua jenis rantai yang berbeda, ukuran tebal tipis gelang yang berbeda, agar lebih bervariasi.

“Kalau yang stacking bisa kombinasi, tergantung model dan selera variasinya,” sebut Diana.

Ia juga memberikan tips memadukan item perhiasan dengan teknik stacking.

Misalnya kalung tebal, kaku, bisa dikombinasi dengan rantai tipis, serta tambahan liontin di tengah.

“Pemakaian cincin juga begitu dimainkan di satu atau banyak jari itu menarik,” ucapnya.

Perawatan Perhiasan Emas

Sementara itu, terkait perawatan perhiasan emas, Diana mengatakan hal tersebut bergantung pada cara pemakaian.

Menurutnya, perhiasan akan lebih awet apabila digunakan dan dirawat dengan baik.

Ia menjelaskan, setiap pembelian perhiasan baik di pameran maupun di toko Wahyu Redjo disertai layanan pencucian emas, pemasangan mata, dan patri.

Diana juga mengungkapkan pameran kali ini menghadirkan banyak model terbaru dengan desain eksklusif.

“Di setiap pameran kami selalu menghadirkan koleksi baru sebagai daya tarik, termasuk pada pameran kali ini,” tutupnya.

Tambah Kesan Estetik dan Tak Monoton

Sementara itu, pengunjung asal Waru Sidoarjo Jenaira Kristi (28) mengaku suka dengan penggunaan gaya perhiasan bertumpuk.

Menurutnya dengan menggunakan cincin layer menambah kesan estetik dan tidak monoton.

“Sudah sering pakai stack. Sekarang pakai dua gelang dan ini lagi coba kombinasi baru pakai tiga cincin sekaligus. Ala ala pinterest. Nggak harus rame pakainya, yang tipis-tipis tapi dicoba kombinasi pakai tiga sekaligus. Suka soalnya anti boring, kelihatan estetik,” sebutnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved