Selasa, 28 April 2026

Libur Nataru, Psikolog Unair Minta Orang Tua Tak Bebani Anak dengan Target

Liburan memiliki peran penting sebagai ruang pemulihan sekaligus eksplorasi bagi anak.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
istimewa
TUMBUH KEMBANG ANAK - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., Psikolog saat diwawancarai SURYA.co.id tentang tumbuh kembang anak, Selasa (23/12/2025). Nur Ainymenegaskan bahwa liburan memiliki peran penting sebagai ruang pemulihan sekaligus eksplorasi bagi anak. 

Ringkasan Berita:
  • Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., Psikolog, sebut liburan memiliki peran penting sebagai ruang pemulihan sekaligus eksplorasi bagi anak
  •  Neny mengingatkan orang tua tidak menjadikan masa liburan sebagai ajang memberi target atau tuntutan baru kepada anak
  • Pendampingan orang tua tetap diperlukan agar anak tidak terpapar aktivitas maupun informasi yang berisiko.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Libur panjang Natal dan Tahun Baru kerap dianggap sekadar waktu bersantai bagi anak-anak

Namun, di balik momen jeda dari rutinitas sekolah itu, tersimpan peluang besar untuk mendukung tumbuh kembang anak secara fisik dan mental. 

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., Psikolog, menegaskan liburan memiliki peran penting sebagai ruang pemulihan sekaligus eksplorasi bagi anak.

Baca juga: Kekurangan GPK, Surabaya Andalkan Psikolog dan Diklat Berjenjang untuk Perkuat Pendidikan Inklusi

Menurut Neny, sapaan akrabnya, anak-anak telah melewati satu semester dengan aktivitas padat yang menguras kemampuan kognitif, emosi, dan fisik. 

Kembalikan Keseimbangan Diri Anak

Oleh karena itu, masa libur menjadi waktu ideal untuk mengembalikan keseimbangan diri anak melalui pengalaman-pengalaman baru yang lebih rileks dan menyenangkan.

“Yang sebenarnya dipulihkan ketika anak memasuki masa liburan itu adalah pengalamannya dan kondisi mentalnya. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru, lalu dari pengalaman itu mereka merasa lebih nyaman dan memiliki cara pandang yang berbeda tentang potensi dirinya dan tentang apa yang ada di sekitarnya,” ujar Neny, Selasa (23/12/2025).

  • Pengalaman baru tidak harus identik dengan liburan mahal atau bepergian ke luar kota.
  • Aktivitas sederhana di rumah justru dapat menjadi sarana belajar yang bermakna jika dilakukan dengan suasana menyenangkan dan tanpa tekanan.
  • Aktivitasnya bisa apa saja, sesederhana apa pun. Misalnya di rumah anak-anak bisa diajak membuat proyek tertentu atau kalau orang tuanya punya aktivitas usaha, anak-anak bisa dilibatkan.
  • Ajak anak melakukan aktivitas yang selama ini tidak bisa mereka lakukan karena jadwal sekolah yang padat.

Bukan Ajang Beri Target dan Tuntutan Baru pada Anak

Namun demikian, Neny mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan masa liburan sebagai ajang memberi target atau tuntutan baru kepada anak. 

Menurutnya, tekanan justru dapat menghilangkan esensi liburan sebagai waktu bermain dan berekspresi.

“Liburan itu bukan untuk mengejar capaian. Justru di situ anak bisa mengenal dirinya, mencoba hal baru, dan mengeksplorasi potensi di luar rutinitas sekolah yang ketat,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak selama liburan. 

Karakter dan Minat Anak Berbeda

Setiap anak memiliki karakter dan minat yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

“Orang tua bisa mulai dengan bertanya kepada anak, apa yang ingin mereka lakukan selama libur. Kalau memang tidak bisa bepergian, anak tetap bisa memilih aktivitas yang mereka sukai di rumah,” tambahnya.

Di akhir, Neny mengingatkan meski masa liburan sering dipandang sebagai waktu ‘bebas’, pendampingan orang tua tetap diperlukan agar anak tidak terpapar aktivitas maupun informasi yang berisiko.

“Orang tua perlu memfasilitasi kegiatan yang menggugah kreativitas anak dan memberi kebebasan mereka mengeksplorasi potensi positifnya. Namun, tetap perlu pendampingan, termasuk memantau aktivitas anak serta menjaga kesehatan fisik dan mentalnya selama libur,” pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved