Kamis, 7 Mei 2026

SURYA Kampus

ITS Dorong Gaya Hidup Sehat : Sadar Deteksi dan Cegah, Kurangi Risiko Kanker dan Prostat

Prof. Bambang mengingatkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa ITS
BAHAS GAYA HIDUP SEHAT - Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat memberikan sambutan pembuka pada Seminar Awam Kesehatan Reproduksi di Grha Sepuluh Nopember ITS. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MSc.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini kanker sebagai langkah strategis mencegah penyakit degeneratif yang kian mengancam masyarakat.

Prof. Bambang mengingatkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia.

“Namun di balik angka itu, ada harapan, ada semangat untuk bertahan. Oleh karena itu, awareness menjadi kunci penting. Semakin banyak yang sadar akan kanker, maka semakin banyak pula yang bisa dicegah dan diselamatkan,” ungkapnya, dalam sambutannya pada Seminar Awam Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Kanker Gratis PSA & HPV di Grha Sepuluh Nopember ITS, Kamis (16/10/2025).

Baca juga: Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Kanker Gratis Warnai HUT DWP ITS ke-26

Prof. Bambang juga menyoroti bahwa meskipun kesibukan sivitas akademika dalam kegiatan penelitian, publikasi, dan pekerjaan jangan sampai membuat lupa bahwa kesehatan adalah fondasi utama produktivitas.

“Prediksi kita yang sejati berawal dari tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang. Kesehatan bukan hal sepele, tapi tanggung jawab pribadi yang tak bisa ditunda,” tegasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Semburan Air di Sungai Rungkut Tengah Surabaya, Ini Penjelasan Dosen ITS

Ia pun menyampaikan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai pengingat pencegahan jauh lebih murah dan mudah dibanding pengobatan.

“Kami merasa kegiatan ini penting untuk menggugah kesadaran. Jika kanker terdeteksi sejak dini, maka peluang sembuh akan jauh lebih besar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rektor ITS juga mendorong agar kegiatan literasi kesehatan diperluas ke setiap fakultas.

Ia mengajak mahasiswa untuk membangun budaya hidup sehat, mulai dari kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki minimal 30 menit sehari, lima kali seminggu, hingga mengelola stres dengan baik.

“Kami bahkan mengadakan tes psikologi bagi mahasiswa karena stres juga bisa berdampak pada kesehatan. Jangan tunggu sakit untuk peduli,” ujarnya.

Baca juga: Alumni ITS Surabaya Siap Periksa Ribuan Bangunan Pesantren di Jatim, Pastikan Keamanan Santri

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, tak hanya saat ada gejala, tetapi sebagai bentuk deteksi awal.

“Tanpa semangat untuk sembuh, pengobatan apapun tidak akan berarti. Oleh karena itu, kita harus saling mendukung dan menyebarkan semangat sehat,” tambahnya.

Mewakili Menteri Kesehatan RI, dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, SH., MARS., M.H.Kes., menyampaikan langkah pemerintah dalam memperkuat sistem skrining kanker nasional.

Baca juga: Cegah Kanker Serviks, Dokter FK Unair : Jadikan Pap Smear Gaya Hidup, Periksa Setahun Sekali

Program ini mencakup pelatihan tenaga medis, peningkatan sarana diagnostik seperti USG, serta pelaksanaan vaksinasi HPV di fasilitas layanan kesehatan dasar.

“Pencegahan adalah kunci utama menurunkan angka kematian akibat kanker,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa RSUP Surabaya kini dilengkapi fasilitas modern seperti LINAC, Brachytherapy, dan PET Scan guna menunjang efektivitas terapi kanker.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas dr. Martha.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS, dr. Lukman Hakim, Sp.U., Subsp. Onk., MARS., Ph.D., turut menjelaskan urgensi pemeriksaan Prostate-Specific Antigen (PSA) sebagai metode deteksi dini kanker prostat, khususnya bagi pria usia 50 tahun ke atas.

“Langkah kecil ini berdampak besar bagi kesehatan. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, ITS memfasilitasi pemeriksaan kanker prostat (PSA) dan kanker serviks (HPV) secara gratis untuk sivitas ITS dan masyarakat sekitar. 

Sebanyak 500 peserta mengikuti skrining PSA dan 105 peserta mengikuti skrining HPV. Seluruh kuota tersebut telah terisi penuh.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Standard Biosensor Healthcare (penyedia kit HPV) dan AstraZeneca (pendukung skrining PSA), serta berbagai mitra lainnya.

Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen ITS dalam mendorong budaya deteksi dini dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas dan  kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui kegiatan ini, ITS dan Dharma Wanita Persatuan ITS berharap dapat menanamkan kesadaran kolektif untuk membangun kehidupan yang lebih sehat, sadar, dan berdaya.

“Harapannya ini meningkatkan kesadaran kesehatan dan menjadi awal gaya hidup sehat yang terus tumbuh,” tutup Bambang.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved