SURYA Kampus

Rachmad Gobel : Pancasila Harus Hidup dalam Dunia Usaha

Anggota DPR RI Dr. (H.C.) Rachmad Gobel menegaskan, Pancasila harus menjadi prinsip hidup dalam dunia usaha

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
PENGUSAHA PANCASILAIS - Anggota DPR RI Dr. (H.C.) Rachmad Gobel saat memberikan pandangannya terkait prinsip perusahaannya dalam Testimoni, Bedah Buku, dan Seminar Nasional bertajuk Panasonic Gobel: Pancasila, Industrialisasi Nasional, Borjuasi Pancasialis dan Inovasi Teknologi yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Senin (25/8/2025). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Anggota DPR RI Dr. (H.C.) Rachmad Gobel menegaskan, Pancasila harus menjadi prinsip hidup dalam dunia usaha, bukan sekadar ideologi di tataran teori. 

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Testimoni, Bedah Buku, dan Seminar Nasional bertajuk “Panasonic Gobel: Pancasila, Industrialisasi Nasional, Borjuasi Pancasialis dan Inovasi Teknologi” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Senin (25/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Rachmad mencontohkan Panasonic Gobel Group yang mengembangkan tujuh prinsip dasar berlandaskan nilai Pancasila

Prinsip tersebut meliputi berbakti kepada negara melalui industri, jujur dan adil, bekerja sama dalam keselarasan, berjuang untuk perbaikan, ramah tamah dan kesatria, menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, serta bersyukur dan berterima kasih.

Baca juga: FKG Unair Luluskan 85 Dokter Gigi Spesialis untuk Atasi Kesenjangan di Daerah

“Nilai-nilai ini menekankan kebersamaan, keseimbangan, pengorbanan, dan bakti kepada negara melalui industri. Dengan begitu, Pancasila tidak berhenti sebagai konsep, tapi benar-benar hidup dalam denyut nadi perusahaan,” ujar Rachmad.

Nilai-nilai perusahaan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam pembentukan buku yang dibuat oleh Nasihin Masha yang membahas tentang praktis Pancasila dalam perusahaan Gobel.

Pendiri Center for Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Unair, Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., Ph.D. menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melihat bagaimana ideologi bangsa diterapkan secara nyata. 

Baca juga: Sosok Karina Larasati, Mahasiswi FISIP Unair Surabaya Ikut Benahi Program Lingkungan di Malaysia

“Melalui buku yang kita bedah bersama, kita melihat bagaimana komunitas bisnis bisa menjadi wadah pengamalan Pancasila secara praktis. Jadi Pancasila bukan sekadar konsep, tetapi sesuatu yang hidup dan berjalan di masyarakat,” jelas Airlangga.

Sementara itu, Dekan FISIP Unair, Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si., mengungkapkan rasa bangga FISIP dapat menjadi tuan rumah seminar nasional ini.

Ia mengaku awalnya skeptis dengan gagasan Pengusaha Pancasialis , namun berubah setelah melihat praktik usaha yang dijalankan oleh Gobel Group. 

“Biasanya orang berpikir pengusaha hanya sukses kalau dekat dengan kekuasaan. Tapi berbeda dengan Pak Rachmad Gobel, yang membangun perusahaan dengan semangat sosiopreneurship. Ia menyejahterakan pekerjanya, bukan mengeksploitasi mereka. Dari situ terlihat bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan,” tutur Bagong.

Menurut Bagong, model usaha yang dijalankan Gobel Group sejalan dengan konsep sosiopreneurship, di mana perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan kapitalis, tetapi juga memastikan kesejahteraan buruh dan konsumennya. 

“Kalau pekerja sejahtera, maka bersama-sama mereka akan membangun perusahaan. Dan itulah yang kita lihat dari Panasonic Gobel, contoh nyata penerapan Pancasila dalam dunia usaha,” tambahnya.

Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh akademisi, di antaranya Prof. Dr. Nisful Laila, S.E., M.Comm. (Guru Besar Keuangan dan Perbankan Islam), KH. Abdul Hakim M. (Ketua PWNU Jatim), serta akademisi muda Unair Febby Risti Widyayanto, S.IP., M.Sc.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved