Rabu, 3 Juni 2026

Berita Olahraga

Laga Jatim vs Kaltim Ricuh di Linus 2025 di Surabaya

Ajang Liga Nusantara (Linus) 2025 yang dilangsungkan di lapang Thor Surabaya berjalan kacau, yakni saat Jatim vs Kaltim

Tayang:
Editor: Fatkhul Alami
istimewa/Dok Panpel Mini Football Jatim
LAGA RICUH - Ajang Liga Nusantara (Linus) 2025 yang dilangsungkan di lapang Thor Surabaya berjalan kacau. Laga tim Jatim vs Kalimantan Timur (Kaltim) diwarnai kerusuhan yang membuat petugas kemananan harus kerja keras. 

Ringkasan Berita:
  • Laga Jatim vs Kaltim diwarnai keributan karena wasit dinilai tak tegas.
  • Tim Jatim memastikan amankan tiket semifinal usai menang 3-2 atas Kaltim.
  • Ada kabar honor wasit di ajang Liga Nusantara (Linus) 2025 di Surabaya belum dapat honor.
 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ajang Liga Nusantara (Linus) 2025 yang dilangsungkan di lapang Thor Surabaya berjalan kacau. Turnamen yang digelar Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Jawa Timur diwarnai kerusuhan.

Kerusuhan terjadi pada laga delapan besar yang menandingkan Tim Mini Football Jatim melawan Kalimantan Timur (Kaltim) di Lapangan Thor Surabaya, Selasa (24/11/202).

Ricuh terjadi berawal dari protes pemain Kaltim kepada wasit yang tidak meniup peluit pelanggaran ketika penyerang Kaltim mendapatkan tackling kras dari kapten Jatim, Ghufron di area kotak penalti pada menit-menit akhir babak kedua. Saat itu, tim Jatim unggul 3-2.

Tak terima dengan keputusan wasit, pemain dan official Kaltim  langsung melayangkan protes keras hingga masuk lapangan. Wasit terus di dorong dan ditendang hingga lari masuk salah sat tenda di pinggir lapangan. Setelah terus dikejar, wasit dan penjaga garis balik menantang para pemain Kaltim.

"Kalau protes silahkan, kalau mau berkelahi ayo di tengah lapangan, " teriak wasit menantang pemain dan official Kaltim.

Beberapa petugas keamanan dari TNI berusaha melerai hingga kericuhan bisa dihentikan.

Namun ribut kembali terjadi, kali ini dipicu ulah kubu Kaltim yang memilih tidak melanjutkan pertandingan dan masuk ke ruang ganti pemain. Saat menuju ruang ganti,  persis di belakang bench Jatim, tiba-tiba ada yang melempar botol mineral dan mengenai pemain Jatim.

Tak terima, giliran pemain dan official Jatim mendatangi kubu Kaltim. Adu mulut hingga kontak fisik pun terjadi. Pemain Jatim mengejar hinga masuk ke ruang ganti pemain Kaltim. Personel TNI dibuat pontang-panting mengamankan situasi.

Setelah bisa diatasi, wasit kembali ke tengah lapangan dan menunggu pemain Kaltim untuk keluar melanjutkan pertandingan yang tersisa sekitar lima menit. Lantaran tidak masuk lapangan, akhirnya wasit meniup peluit panjang dan memastikan kemenangan untuk Jatim 3-2 sekaligus memastikan tiket semifinal.

Manajer Mini Football Jatim, Supik Tiyono menyesalkan keributan yang terjadi dalam pertandingan ini. Sebab, para pemain dan official Jatim awalnya tidak terlibat dalam keributan. Namun karena ada yang melempar botol, pemain Jatim yang awalnya diam tersulut emosi.

"Tadi itu kan protes pemain Kaltim dengan wasit, kami diam tidak ikut-ikut. Setelah ada yang melempar dari belakang, wajar jika pemain kita bereaksi. Sekarang kami minta pemain kembali fokus untuk pertandingan semfinal besok, karena besok dua langsung dua kali pertandingan. Pagi semifinal, sore final, " terang Supik Triyono.    

Selain kerusuhan, tersiar kabar para wasit juga sempat akan mengacam mundur dari kompetisi emperebutkan Piala KONI Pusat yang baru pertama kali digelar ini. Pemicunya, hingga babak delapan besar, honor wasit ternyata belum dibayar.

Ketua KSMI Jatim Johny Hartono, selaku penyelenggara yang ditujuk KSMI Pusat tidak tampak di lapangan. Saat dihubungi via seluler, pemilik hotel MaxOne itu mengatakan tidak ada masalah dengan para wasit maupun perangkat pertandingan.

"Cuma administrasinya saja, saya minta semua jelas dan didukung bukti serta berita acara. Saya minta langsung ditransfer ke masing-masing rekening wasit dan perangkat pertandingan. Saya sudah bertemu semua wasit, tidak benar ada boikot mereka professional dan sepakat dibayar setelah final, " terang Johny.

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved