Selasa, 14 April 2026

Ramadan 2026

Pantauan LFNU Surabaya: Hilal Sulit Terlihat Meski Cuaca Cerah

LFNU Surabaya gelar rukyatul hilal Ramadan 1447 H di Ponpes Al Fithrah. Hilal diprediksi sulit terlihat, keputusan resmi di sidang isbat Kemenag.

Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
TENTUKAN AWAL RAMADHAN — Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Surabaya turut melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Selasa (17/2/2026). Meskipun cuaca di Surabaya terang, hilal diprediksi sulit terlihat. Pantauan hilal oleh LFNU Kota Surabaya dilakukan di gedung baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah di Jalan Kedinding Lor No. 99, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. 
Ringkasan Berita:
  • LFNU Surabaya lakukan rukyatul hilal Ramadan 1447 H di Ponpes Al Fithrah.
  • Hasil hisab menunjukkan hilal masih minus, kemungkinan besar tidak terlihat.
  • Hasil pemantauan dilaporkan ke PBNU dan Kemenag, keputusan resmi menunggu sidang isbat.

SURYA.co.id, Surabaya - Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Surabaya melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 H/2026 M, Selasa (17/2/2026). Meski cuaca cerah, posisi hilal diprediksi masih di bawah ufuk sehingga sulit terlihat

Pemantauan dilakukan di gedung baru Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Jalan Kedinding Lor No. 99, Kenjeran, Surabaya, dari ketinggian 90 meter. Persiapan dimulai sejak pukul 16.00 WIB.

Ketua LFNU Surabaya, Soelaiman, menyampaikan pihaknya bersama jajaran Lajnah Falakiyah cabang dan kecamatan telah menyiapkan seluruh kebutuhan pemantauan.

“Alhamdulillah, kami sudah siap mulai dari tempat, perhitungan hisab, hingga peralatan,” ujarnya kepada SURYA.co.id.

Metode perhitungan yang digunakan meliputi Ephemeris, Tsamarat al-Fikar, dan Al-Dur al-Aniq. Hasil hisab menunjukkan ketinggian hilal masih minus, yakni -1°05' hingga -1°55'. Bahkan dari titik paling barat di Sumatera, posisi hilal tetap di bawah ufuk.

“Oleh karena itu, kemungkinan besar hilal tidak terlihat di Surabaya,” jelas Soelaiman.

Meski demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan sebagai bagian dari syariat dan prosedur penentuan awal bulan Hijriah.

Baca juga: Live Streaming Tribunnews: Hasil Sidang Isbat Ramadhan 1447 H, Penentu Awal Puasa Indonesia

Pemantauan dilakukan saat matahari terbenam pukul 17.53 WIB. Hasilnya akan dilaporkan ke PBNU dan Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat.

Prosedur, Prediksi, dan Harapan

Soelaiman menegaskan, jika hilal tidak terlihat, kemungkinan besar warga Nahdlatul Ulama akan memulai puasa Ramadan pada Kamis, dengan salat tarawih dilaksanakan Rabu malam.

“Namun, kami tetap akan menunggu putusan PBNU,” tandasnya.

LFNU Surabaya rutin melaksanakan rukyatul hilal setiap bulan. Setelah sempat terkendala pandemi Covid-19, kegiatan kini berjalan lebih mapan dengan dukungan peralatan dan koordinasi yang lebih baik.

“Rukyat ini rutin setiap bulan. Kami berharap ke depan lokasi rukyat di Surabaya bisa semakin berkembang dan menjadi balai rukyat nasional,” ujarnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved