Jumat, 17 April 2026

Ramadan 2026

Muhammadiyah Lamongan Gelar Tarawih Perdana Ramadan 1447 H Malam Ini

Masjid Muhammadiyah di Lamongan Jawa Timu gelar salat tarawih perdana malam ini menyambut Ramadan 1447 H. Simak persiapan lengkapnya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Hanif Manshuri
RAMADAN 2026 - Satu di antara masjid Muhammadiyah yang dipastikan akan menggelar salat jemaah tarawih malam ini, menandai awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026). Perbedaan awal puasa yang mungkin terjadi tahun 2026 ini, didasari oleh perbedaan metode penetapan. Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. 
Ringkasan Berita:
  • Masjid Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur gelar salat tarawih perdana malam ini, Selasa (17/2/2026).
  • Masjid Al-Azhar siapkan agenda lengkap mulai takjil, tadarus, hingga iktikaf 10 hari terakhir.
  • Jemaah diimbau jaga toleransi menyikapi potensi perbedaan awal puasa dengan pemerintah.

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Ribuan jemaah di berbagai masjid Muhammadiyah wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), dipastikan menggelar salat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026) malam ini.

Pelaksanaan ibadah ini, merujuk pada ketetapan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. 

Keputusan ini membuat warga Muhammadiyah di Lamongan bersiap menyambut bulan suci lebih awal, sembari menunggu potensi perbedaan penetapan dari pemerintah yang masih menanti hasil sidang isbat.

Sejumlah takmir masjid telah merampungkan persiapan, mulai dari sanitasi tempat ibadah, pengaturan saf, hingga jadwal imam. Salah satu kesiapan matang terlihat di Masjid Muhammadiyah Al-Azhar Lamongan.

Selain area utama masjid, panitia telah mendirikan tenda khusus untuk pusat kegiatan takjil dan buka puasa bersama.

Ragam Kegiatan Ramadan

Penasehat Takmir Masjid Al-Azhar Lamongan, KH Mulyono AR, menegaskan bahwa masjid tidak hanya fokus pada salat tarawih. Berbagai agenda keagamaan telah dirancang untuk menyemarakkan bulan suci tahun ini.

"Selain salat tarawih, berbagai kegiatan keagamaan juga telah disiapkan untuk mengisi bulan suci, seperti tadarus Alquran, kajian ba’da subuh, pengajian menjelang berbuka hingga kegiatan sosial berbagi takjil dan buka bersama," ungkap KH Mulyono kepada SURYA.co.id, Selasa (17/2/2026).

Berikut adalah rincian agenda utama yang telah dijadwalkan:

  • Ibadah Harian: Salat tarawih berjemaah, tadarus Al-Qur'an, dan kajian rutin ba'da Subuh.
  • Sosial Kemasyarakatan: Pembagian takjil harian dan buka puasa bersama di tenda panitia.
  • Agenda Khusus: Peringatan Nuzulul Qur'an dan pelaksanaan Iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan.
  • Ziswaf: Layanan penerimaan zakat fitrah, infaq, dan sedekah hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Jadwal lengkap para petugas, mulai dari imam hingga penceramah, telah dipampang jelas di area menara teras masjid untuk memudahkan jemaah memantau agenda harian.

Perbedaan Penetapan Awal Ramadan

Perbedaan awal puasa yang mungkin terjadi tahun 2026 ini, didasari oleh perbedaan metode penetapan. Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Dalam metode ini, bulan baru (1 Ramadan) ditetapkan ketika tiga kriteria terpenuhi: telah terjadi ijtimak (konjungsi), ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada di atas ufuk (bulan baru sudah wujud).

Metode ini tidak mensyaratkan bulan harus terlihat oleh mata telanjang atau mencapai ketinggian sudut tertentu, berbeda dengan metode Imkanur Rukyat (MABIMS) yang digunakan pemerintah (minimal tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat). Inilah yang menyebabkan Muhammadiyah seringkali memiliki kepastian tanggal lebih awal.

Imbauan dan Tips Jemaah

Menyikapi potensi perbedaan awal Ramadan dan padatnya aktivitas ibadah, berikut beberapa imbauan bagi jemaah:

  • Jaga Toleransi: Tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah dan saling menghormati jika terjadi perbedaan awal puasa dengan pemerintah atau ormas lain.
  • Protokol Kesehatan: Mengingat intensitas pertemuan jemaah yang tinggi, disarankan tetap menjaga kebersihan diri, terutama saat menggunakan fasilitas wudhu dan toilet umum yang telah dibersihkan ekstra oleh takmir.
  • Kesehatan Fisik: Persiapkan stamina fisik untuk mengikuti rangkaian ibadah tarawih hingga tadarus malam agar tetap khusyuk.
Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved