Selasa, 28 April 2026

Ramadan 2026

Hilal Ramadan 2026: Bukit Kerek Indah Ngawi Siapkan Teleskop Canggih

Pantau hilal Ramadan 2026 di Bukit Kerek Indah Ngawi Jawa Timur dengan teleskop canggih. Simak persiapan dan keunggulan lokasinya di sini

Penulis: Taufiqur Rochman | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Rhody dari Ngawi Astronomy Club
TELESKOP - Ngawi Astronomy Club menyiapkan sejumlah perangkat teleskop untuk mendukung proses pengamatan hilal awal Ramadan 2026 di Bukit Kerek Indah (BKI), Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026). Komunitas tersebut juga akan membawa teleskop model Newtonian berdiameter 152 mm dengan panjang fokus 750 mm. 
Ringkasan Berita:
  • Pemantauan hilal Ramadan 1447 H di Ngawi Jawa Timur dipusatkan di Bukit Kerek Indah pada 17 Februari 2026.
  • Berbagai alat canggih mulai dari teleskop robotik hingga teodolit disiapkan oleh komunitas astronomi dan BHR.
  • Bukit Kerek Indah dipilih karena minim polusi cahaya dengan pandangan lepas ke arah barat sejauh 90 km.

 

SURYA.CO.ID, NGAWI - Kabupaten Ngawi di Jawa Timur (Jatim) bersiap melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang dipusatkan di Bukit Kerek Indah (BKI), Selasa (17/2/2026). Lokasi ini kembali menjadi titik strategis yang ditetapkan pemerintah untuk mengamati kemunculan bulan sabit baru.

Sejumlah komunitas astronomi dan lembaga keagamaan telah mengonfirmasi kesiapan mereka dalam mendukung proses pengamatan ini. 

Kesiapan tersebut meliputi penyediaan perangkat optik mutakhir, guna memastikan akurasi data yang akan dilaporkan ke pusat.

Baca juga: Rukyatul Hilal Ramadan 2026: Lokasi Pantauan di Ngawi dan Daftar 21 Titik di Jatim

Persiapan Teleskop Canggih dan Alat Robotik

Ketua Ngawi Astronomy Club (NAC), Rhody Agiel Saputro, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai jenis teleskop untuk kebutuhan visual maupun dokumentasi citra. 

Berikut adalah rincian perangkat yang akan digunakan di Bukit Kerek Indah:

  • Ngawi Astronomy Club: Menyiapkan refraktor achromatic alt-azimuth untuk pengamatan visual, refraktor ED terkomputerisasi untuk imaging (olah citra), dan teleskop Newtonian diameter 152 mm.
  • DPD LDII Ngawi: Menyiapkan refraktor german equatorial mount yang dilengkapi sistem clock drive agar teleskop otomatis mengikuti pergerakan objek.
  • Badan Hisab Rukyat (BHR) Ngawi: Menggunakan teodolit standar Kemenag untuk akurasi posisi hilal.
  • Pondok Pesantren Temboro: Mengerahkan refraktor alt-azimuth, german equatorial mount, hingga robotik refraktor ED untuk keperluan imaging.

Rhody menambahkan, bahwa sebagian besar peralatan milik NAC didapat melalui pengadaan mandiri komunitas tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah maupun Kemenag, kecuali peralatan milik BHR.

Keunggulan Bukit Kerek Indah bagi Astronomi

Bukit Kerek Indah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI sebagai satu dari 21 titik pemantauan hilal resmi di Jawa Timur. Lokasi ini memiliki karakteristik geografis yang sangat mendukung observasi benda langit.

Terletak pada ketinggian 149 meter di atas permukaan laut (mdpl), BKI menawarkan pandangan lepas ke arah ufuk barat. Kondisi wilayah di sisi barat yang didominasi hutan sepanjang 90 kilometer, menjamin minimnya polusi cahaya dan polusi udara, sehingga visibilitas hilal menjadi lebih jernih saat matahari terbenam.

Penetapan Lokasi Rukyat di Jawa Timur

Penetapan Bukit Kerek Indah sebagai lokasi rukyatul hilal bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan sejarah koordinasi wilayah, Kemenag Jawa Timur secara rutin membagi titik pantau hilal di wilayah pesisir utara, pesisir selatan, hingga dataran tinggi di wilayah barat Jatim seperti Ngawi dan Madiun.

Pemilihan BKI telah melalui uji kelayakan medan oleh Badan Hisab Rukyat sejak beberapa tahun terakhir. Selain faktor ketinggian, aksesibilitas dan infrastruktur di BKI dianggap memadai untuk menampung para perukyat dan peralatan berat mereka dibandingkan titik tinggi lainnya di sekitar Gunung Lawu yang sering tertutup kabut.

Imbauan dan Tips

Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu hasil resmi sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama RI setelah proses rukyatul hilal selesai dilakukan di seluruh Indonesia. 

Bagi warga yang ingin menyaksikan proses pemantauan secara langsung di Bukit Kerek Indah, disarankan datang lebih awal, sebelum waktu matahari terbenam dan tetap menjaga ketertiban di area observasi agar tidak mengganggu operasional perangkat teleskop.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved