Rabu, 10 Juni 2026

TTL Gandeng Aptrindo Optimalkan Terminal Booking System untuk Dukung Kelancaran Arus Logistik

TTL dan Aptrindo Surabaya memperkuat sinergi meningkatkan efisiensi logistik. Kepatuhan jadwal kedatangan truk baru mencapai 33 persen.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
KOLABORASI - TTL terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan layanan terminal mampu mengakomodasi pertumbuhan arus logistik yang semakin meningkat.  
Ringkasan Berita:
  • TTL dan Aptrindo Surabaya memperkuat sinergi untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik dan kelancaran arus kendaraan di terminal. 
  • Meski kapasitas terminal mencapai 1,4 juta TEUs per tahun, kepatuhan truk terhadap jadwal kedatangan baru sekitar 33 persen. 
  • Aptrindo mengusulkan sejumlah perbaikan layanan, sementara TTL berkomitmen mengevaluasi dan meningkatkan kualitas operasional bersama seluruh pemangku kepentingan. 

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kota Surabaya menggelar forum dialog dan diskusi guna memperkuat koordinasi antar pelaku ekosistem logistik serta meningkatkan kualitas layanan terminal yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P Sirait, mengatakan pihaknya terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar layanan terminal mampu mengakomodasi pertumbuhan arus logistik yang terus meningkat.

“Aptrindo merupakan mitra strategis dalam rantai pasok logistik nasional. Karena itu, masukan dari para pelaku usaha trucking menjadi bagian penting dalam evaluasi dan pengembangan layanan terminal. Kami percaya peningkatan kinerja logistik hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pihak dalam ekosistem pelabuhan,” kata David, Selasa (9/6/2026).

Menurut David, kapasitas Terminal Petikemas Teluk Lamong saat ini masih sangat memadai untuk mendukung peningkatan arus barang. Terminal memiliki kapasitas lapangan penumpukan hingga 1,4 juta TEUs per tahun, didukung fasilitas gate modern dan peralatan bongkar muat berbasis otomasi.

Baca juga: Terminal Teluk Lamong Sambut MV WANTAI: Perkuat Konektivitas Baru Surabaya-Tiongkok

Namun demikian, tantangan yang dihadapi saat ini bukan terletak pada kapasitas terminal, melainkan pola kedatangan kendaraan yang belum merata.

“Yang perlu kita kelola bersama bukan hanya kapasitas terminal, tetapi pola kedatangan kendaraan. Ketika sebagian besar truk datang pada slot waktu yang sama, maka potensi antrean akan meningkat meskipun kapasitas terminal masih tersedia. Karena itu, kedisiplinan terhadap jadwal kedatangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan,” jelasnya.

Kepatuhan Jadwal Truk Masih Rendah

Sebagai bagian dari transformasi operasional, TTL telah menerapkan Terminal Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026. Sistem ini mengatur kedatangan kendaraan berdasarkan slot waktu operasional selama empat jam agar distribusi arus truk lebih seimbang.

Meski demikian, tingkat kepatuhan pengguna jasa terhadap jadwal yang telah dibooking masih tergolong rendah.

Saat ini, hanya sekitar 33 persen kendaraan yang datang sesuai slot waktu yang telah ditentukan. Sementara sisanya masih datang lebih awal atau terlambat dari jadwal, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu.

Baca juga: Detik detik Kapal Oleng Puluhan Petikemas Tumpah Ke Laut, Satu Pekerja Tewas

“Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu meskipun kapasitas terminal secara keseluruhan masih memadai,” ungkap David.

Untuk mendukung implementasi sistem tersebut, TTL juga menyediakan Green Shelter atau waiting area yang mampu menampung hingga 66 truk. Area ini menjadi tempat tunggu bagi pengemudi sebelum memasuki terminal sesuai jadwal pelayanan yang telah ditetapkan.

Melalui penerapan TBS, TTL menargetkan peningkatan produktivitas layanan, optimalisasi penggunaan peralatan, pengurangan antrean di area gate, serta memberikan kepastian waktu pelayanan bagi pengguna jasa.

Aptrindo Dorong Perbaikan Layanan dan Dukung Disiplin Operasional

Ketua DPC Aptrindo Kota Surabaya, I Wayan Sumadita, mengapresiasi keterbukaan manajemen TTL dalam menerima berbagai masukan dari pelaku usaha transportasi logistik.

“Kami mengapresiasi kesempatan berdialog secara langsung dengan manajemen TTL. Komunikasi yang terbuka seperti ini sangat penting agar setiap tantangan operasional dapat dipahami dari berbagai sudut pandang dan dicarikan solusi terbaik secara bersama-sama,” terang Wayan.

Dalam forum tersebut, Aptrindo juga menyampaikan sejumlah usulan perbaikan layanan, di antaranya kajian jalur khusus kontainer reefer untuk mempercepat layanan kargo berpendingin, pengembangan kapasitas buffer area guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, serta peningkatan koordinasi dengan perusahaan pelayaran terkait ketersediaan kontainer best pick.

Menanggapi masukan tersebut, manajemen TTL menyatakan akan melakukan evaluasi bersama para pemangku kepentingan guna memastikan setiap usulan dapat dikaji secara menyeluruh dari aspek operasional, keselamatan, dan efisiensi layanan.

Wayan menegaskan pihaknya siap mendukung berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional terminal, termasuk mendorong anggota Aptrindo agar lebih disiplin dalam mengikuti jadwal layanan yang telah ditetapkan.

Hal senada disampaikan Mila, perwakilan perusahaan transportasi logistik Bigtrans. Ia menilai pelayanan Terminal Teluk Lamong terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.

“Secara umum pelayanan dan operasional di TTL semakin baik dan semakin tertata. Kami juga mengapresiasi adanya ruang dialog seperti ini karena berbagai isu yang muncul di lapangan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif,” ungkap Mila.

Melalui forum ini, TTL dan Aptrindo sepakat memperkuat koordinasi, komunikasi, serta sosialisasi berkelanjutan guna menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, andal, dan berdaya saing.

“Kedepan kami berharap sinergi yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan. Efisiensi waktu pelayanan merupakan kebutuhan bersama dalam industri logistik, sehingga kolaborasi antara terminal dan pengguna jasa menjadi kunci untuk mewujudkan layanan yang semakin baik,” pungkas Wayan.

 

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved