84 Persen Dokter Baru Unusa Dari Keluarga Non-Dokter, Bukti Akses Pendidikan Terbuka
Unusa melantik 16 dokter baru dengan 84 persen berasal dari keluarga non-dokter, menegaskan pendidikan kedokteran yang inklusif!!
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Unusa melantik 16 dokter baru dengan 84 persen berasal dari keluarga non-dokter sebagai tanda keterbukaan profesi medis di Surabaya dalam prosesi sumpah dokter.
- Dekan FK Unusa menilai profesi dokter masih dipengaruhi latar belakang keluarga namun akses pendidikan kini mulai terbuka yang menunjukkan transformasi akses pendidikan tinggi.
- Rektor Unusa menegaskan pendidikan kedokteran harus inklusif, sementara lulusan non-dokter membuktikan kemampuan berjuang di bidang kesehatan masyarakat.
SURYA.CO.ID SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya melantik 16 dokter baru dengan fakta menarik bahwa 84 persen berasal dari keluarga non-dokter, menandai terbukanya akses profesi medis yang semakin inklusif bagi masyarakat luas. Ini bukti transformasi pendidikan kedokteran nasional
Pelantikan 16 Dokter Baru Jadi Sorotan Inklusivitas
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya kembali melantik 16 dokter baru dalam prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung khidmat.
Dari jumlah tersebut, 84 persen di antaranya berasal dari keluarga non-dokter, sebuah fakta yang menegaskan semakin terbukanya akses profesi kedokteran bagi berbagai lapisan masyarakat.
Dekan Fakultas Kedokteran Budi Santoso menilai profesi dokter masih kerap dipersepsikan sebagai profesi “darah biru” yang identik dengan latar belakang keluarga tertentu.
Baca juga: FK UWKS Lantik 99 Dokter Baru: Lulus 100 Persen, Siapkan Beasiswa Spesialis
Ia menegaskan bahwa jalur pendidikan kedokteran selama ini memang sering dipengaruhi faktor lingkungan dan akses pengalaman sejak dini.
“Tidak banyak memang dokter yang berasal dari keluarga non-dokter. Selain faktor biaya pendidikan yang cukup tinggi, proses pembelajaran juga membutuhkan pengetahuan tambahan dan pengalaman yang sering kali lebih mudah diperoleh dari lingkungan keluarga dokter. Karena itu, tidak jarang keluarga dokter melahirkan dokter kembali,”
Harapan Akses Setara dan Kisah Perjuangan Lulusan
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Triyogi Yuwono menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkeadilan.
“Hadirnya mayoritas dokter dari keluarga non-dokter adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi, termasuk kedokteran, tidak boleh eksklusif"
Baca juga: Peluncuran Buku Puisi Dosen FKIP Unusa, Tegaskan Peran Seni dalam Pendidikan
“Unusa berkomitmen menghadirkan pendidikan kedokteran yang inklusif. Fakta bahwa 84 persen dokter baru kami berasal dari keluarga non-dokter menunjukkan bahwa kesempatan itu terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemampuan dan tekad. Ini bukan hanya capaian akademik, tetapi juga capaian sosial."
Salah satu lulusan, Benta Malika El Ghameela, mengaku harus berjuang lebih keras karena tidak berasal dari keluarga dokter.
“Belum ada gambaran seperti apa proses pembelajaran di fakultas kedokteran, baik pada jenjang sarjana kedokteran maupun saat menjalani profesi dokter. Tentu mereka yang berasal dari keluarga dokter biasanya sudah mendapat bayangan dari keluarganya tentang apa saja yang akan dilalui,”
“Jadi saya diibaratkan sebagai orang yang membuka pintu untuk keluarga besar dan menjadi contoh bahwa orang biasa juga mampu di kedokteran,”
dokter baru Unusa
16 dokter baru Unusa
wisuda dokter Unusa
Unusa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa)
| Peluncuran Buku Puisi Dosen FKIP Unusa, Tegaskan Peran Seni dalam Pendidikan |
|
|---|
| Sosok Yustina Suster Katolik Nyaman Belajar di Kampus Muslim Penuh Toleransi Dan Harmoni |
|
|---|
| Dua Mahasiswi Unusa Ukir Prestasi Nasional di Ajang Jujitsu SLC Cup 2026 |
|
|---|
| LPTNU Award 2026: Dari Mahasiswa Berprestasi Hingga Mantan Menteri Raih Penghargaan |
|
|---|
| Sosok Prof Yusak Anshori Penggagas Softbrain Engineer, Resmi Jadi Guru Besar Unusa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sumpah-dokter-Unusa.jpg)