Selasa, 9 Juni 2026

Rupiah Melemah

Nasib Gubernur BI Perry Warjiyo Usai Didesak Mundur DPR lalu Dipanggil Prabowo, Imbas Rupiah Melemah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjadi sorotan setelah nilai tukar rupiah terus melemah seminggu terakhir. 

Tayang:
Editor: Musahadah
Istimewa
DIPANGGIL PRESIDEN - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dipanggil Presiden Prabowo ke Istana imbas rupiah melemah. Sebelumnya, Perry didesak mundur oleh anggota DPR RI Primus Yustisio. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjadi sorotan setelah nilai tukar rupiah terus melemah seminggu terakhir. 
  • Setelah didesak anggota DPR agar mundur, Perry lalu dipanggila Prabowo ke Istana Negaa.
  • Hanya berkomentar singkat saat ke luar Istana. 
 

 

SURYA.CO.ID - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjadi sorotan setelah nilai tukar rupiah terus melemah seminggu terakhir. 

Berdasarkan data Trading View, Senin (18/5/2026), rupiah ditutup melemah sebesar 1,12 persen ke level Rp17.655 per dolar AS.

Menurunnya nilai tukar rupiah ini membuat Perry Warjiyo dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Perry Warjiyo membahas pelemahan kurs Rupiah yang menyentuh angka Rp17.600 per dolar AS.

Pantauan Tribunnews.com Perry dan sejumlah menteri kabinet merah putih di bidang ekonomi keluar dari Istana sekira pukul 18.20 WIB.

Baca juga: Sosok Perry Warjiyo Gubernur BI yang Diminta Mundur Anggota DPR Primus Yustisio Imbas Rupiah Anjlok

Mereka melakukan rapat terbatas dengan Presiden Prabowo selama lebih dari 2 jam.

Saat ditanya awak media, Perry mengaku dirinya meyakini rupiah tetap akan stabil di tengah tekanan mata uang dolar AS.

“Yakin stabil,” ujar Perry.

Namun begitu, ia enggan menjawab sampai kapan tekanan terhadap rupiah akan terjadi.

Dia memilih langsung masuk ke dalam kendaraannya.

Diminta Anggota DPR Mundur

Sebelumnya, Perry Warjiyo didesak untuk mundur oleh DPR RI. 

Desakan agar Perry mundur dari posisi Gubernur BI mundur diucapkan Primus Yustisio saat rapat kerja dengan Perry di Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (18/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Primus menyoroti soal anomalinya kondisi ekonomi Indonesia yang disebut mengalami pertumbuhan 5,61 persen akan tetapi nilai tukar rupiah terus anjlok.

"Yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia, itu anomali. Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen, tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok, bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar," kata Primus dalam ruang rapat.

Baca juga: Dituding Sebabkan Rupiah Kian Melemah, Ucapan Prabowo Soal Orang Desa Gak Pakai Dolar Dijelaskan KSP

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved