Sosok Mojtaba Khamenei Pemimpin Iran yang Baru, Putra Ali Khamenei
Mojtaba Khamenei resmi jadi Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan ayahnya. Penunjukan ini menegaskan arah garis keras Republik Islam.
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
- Latar belakang militer, pendidikan agama di Qom, dan kedekatan dengan IRGC memperkuat posisinya.
- Penunjukan ini menuai kontroversi, dianggap mempertegas garis keras Iran di tengah ancaman AS-Israel.
SURYA.co.id, Surabaya - Majelis Ahli menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 9 Maret 2026, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel. Penunjukan ini menegaskan arah garis keras Republik Islam.
Keputusan ini diambil di tengah situasi perang yang berkecamuk dan krisis kepemimpinan paling serius dalam beberapa dekade terakhir.
Majelis Ahli menyatakan bahwa Mojtaba dipilih dengan suara mutlak sebagai pemimpin ketiga Republik Islam Iran.
Penunjukan ini menandai kelanjutan garis keras dalam politik Iran, sekaligus menimbulkan kontroversi terkait prinsip Revolusi 1979 yang menolak kekuasaan turun-temurun.
Mojtaba Khamenei lahir di Mashhad pada 8 September 1969. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara keluarga Ali Khamenei. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan religius yang dekat dengan elite Republik Islam.
Pendidikan menengahnya ditempuh di Alavi School, Teheran, sebuah sekolah religius yang dikenal melahirkan kader penting dalam sistem politik Iran. Lingkungan ini membentuk karakter Mojtaba yang kental dengan nilai agama dan kekuasaan negara.
Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah : Ekspor Jawa Timur Terganggu, Biaya Logistik Terancam Naik
Pada usia 17 tahun, Mojtaba ikut serta dalam perang Iran-Irak. Meski hanya menjalani dinas singkat, pengalaman itu membentuk pandangan keras terhadap Barat, terutama Amerika Serikat yang kala itu mendukung Irak.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Mojtaba baru melanjutkan studi agama ke Qom pada 1999. Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam pembentukan identitas religiusnya.
Di Qom, ia berguru kepada ulama berpengaruh seperti Mohammad-Taghi Mesbah-Yazdi, Mahmoud Hashemi Shahroudi, dan ayahnya sendiri, Ali Khamenei. Pendidikan ini memperkuat legitimasi keagamaannya.
Mojtaba kemudian mengajar fikih tingkat lanjut selama lebih dari 15 tahun. Mengajar di level tertinggi ini merupakan prasyarat untuk mencapai pangkat marja, yang menjadi dasar legitimasi religius bagi jabatan Pemimpin Tertinggi.
Pada 2022, kantor berita seminari Qom melaporkan bahwa Mojtaba telah mencapai derajat Ayatollah. Hal ini semakin memperkuat posisinya di mata kalangan ulama.
Nama Mojtaba mulai mencuat dalam politik nasional sejak Pemilu Presiden 2005. Ia dituding terlibat dalam pengaturan suara untuk kemenangan Mahmoud Ahmadinejad.
Kontroversi berlanjut pada Pemilu 2009 yang memicu Gerakan Hijau. Protes besar-besaran terjadi setelah kemenangan Ahmadinejad digugat oposisi.
Baca juga: Bukti Mojtaba Khamenei Lebih Keras dari Ayahnya, Baru Sehari Dipilih Langsung Kirim Rudal ke Israel
Sejak saat itu, Mojtaba dikenal sebagai figur garis keras yang menolak kompromi dengan Barat. Kedekatannya dengan IRGC memperkuat posisinya dalam struktur politik dan keamanan Iran.
Pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi kini dibaca sebagai sinyal Iran semakin keras.
Pasar Energi Bergejolak
Tak hanya itu, pasar energi global bergejolak setelah Iran mengumumkan Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru.
Untuk diketahui, ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak 28 Februari 2026, ketika Israel dengan dukungan Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah kota strategis di Iran, termasuk Teheran, Isfahan, dan Qom.
Serangan tersebut menewaskan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Sebagai pengganti, Mojtaba Khamenei ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi baru.
Langkah ini langsung memicu gejolak di pasar energi global. Investor menilai kepemimpinan baru Iran berpotensi memperpanjang konflik, meningkatkan risiko gangguan produksi dan distribusi minyak dunia.
| Sosok Hakim Militer Kolonel Fredy Ferdian Mau Dilaporkan Keluarga Kacab Bank BUMN Korban Pembunuhan |
|
|---|
| ireksi Bank Jatim Borong Saham, Tegaskan Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan |
|
|---|
| Dispertan Gresik Tinjau Pasar Hewan Kurban, Pastikan Tak Terjangkit PMK |
|
|---|
| 5 Fakta Gunung Kawi dan Sejarahnya di Malang, Disorot Karena Ritual Pesugihan |
|
|---|
| Lamongan Jajaki Peluang Investasi dan Kerja Sama Ekonomi dengan India |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Majelis-Pakar-Iran-telah-memilih-Mojtaba-Khamenei-putra-pemimpin-tertinggi-Ali-Khamenei.jpg)