Selasa, 21 April 2026

Ansor Jatim Sorot program LPDP, Akses Kalangan Pesantren Dan Komitmen Kebangsaan Alumni

Evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program beasiswa LPDP ini penting dilakukan

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa/Dokumentasi Ansor Jatim
SOROT LPDP - Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa Safril menyoroti persepsi publik bahwa LPDP terkesan lebih mudah diakses oleh kalangan tertentu yang secara ekonomi sudah mapan.  

Ringkasan Berita:
  • Membuka akses yang lebih merata hingga kalangan pesantren. 
  • Menyoroti persepsi publik bahwa LPDP terkesan lebih mudah diakses oleh kalangan tertentu yang secara ekonomi sudah mapan. 
  • Beasiswa dari negara tidak boleh terkesan hanya untuk golongan tertentu
  • Evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program ini penting dilakukan

 

SURYA.co.id SURABAYA - PW GP Ansor Jatim mendorong evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Perbaikan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk membuka akses yang lebih merata hingga kalangan pesantren. 

Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa Safril, menyoroti persepsi publik bahwa LPDP terkesan lebih mudah diakses oleh kalangan tertentu yang secara ekonomi sudah mapan. 

LPDP Hanya Kalangan Tertentu

Sebab, berbagai persyaratan yang cukup berat hanya dapat dipenuhi oleh mereka yang memiliki akses pendidikan dan fasilitas memadai. 

"Jika tidak ada afirmasi dan keberpihakan yang jelas, maka yang menikmati program ini bisa jadi hanya mereka yang secara finansial sudah kuat,” ucap Musaffa Safril melalui keterangannya kepada SURYA.co.id  Rabu (25/2/2026). 

Baca juga: Menkeu Purbaya Pastikan Alumni LPDP yang Remehkan Indonesia Menyesal dan Kena Blacklist

Menurut Musaffa, beasiswa dari negara tidak boleh terkesan hanya untuk golongan tertentu, melainkan harus menjadi instrumen pemerataan dan keadilan sosial. 

Sehingga, evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program ini penting dilakukan. Tentu saja, tujuannya adalah agar dapat diakses oleh berbagai pihak. 

Disisi lain, Musaffa mengungkapkan, bahwa para alumni LPDP, khususnya yang menempuh pendidikan di luar negeri juga harus dipastikan berkontribusi bagi bangsa dan negara. 

Setiap penerima beasiswa harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan kembali dengan semangat pengabdian. 

Ansor Jawa Timur juga menyayangkan dan mengecam konten viral bertajuk 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan' yang dibuat oleh seorang penerima beasiswa LPDP yang viral dalam beberapa waktu terakhir. 

Baca juga: Beda Sikap Ketua Komisi X DPR dan Anggota Soal Purbaya Blacklist Dwi Sasetyaningtyas Awardee LPDP

Konten semacam ini dinilai melukai rasa kebangsaan dan mencederai semangat nasionalisme. 

Terlebih disampaikan oleh pihak yang memperoleh pembiayaan pendidikan dari negara. Lebih jauh, PW GP Ansor Jawa Timur berharap penguatan sistem pembinaan, pengawasan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian integral dari program beasiswa. 

"Sehingga investasi negara ini benar-benar melahirkan generasi unggul yang berintegritas dan setia pada kepentingan nasional," ungkapnya. 

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved