Sabtu, 9 Mei 2026

Warga Protes Jalan Nasional di Manyar Gresik Rusak Parah Tak Segera Diperbaiki

Jalan rusak ada di ruas jalan nasional sepanjang Kecamatan Manyar yang mengalami kerusakan parah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
JALAN RUSAK - Warga di jalan raya Manyar protes jalan rusak, Jumat (20/2/2026) malam. Mereka khawatir semakin banyak korban.(Foto Istimewa warga Manyar) 

 

Ringkasan Berita:
  • Selain memasang spanduk, warga juga memberikan tanda jalan rusak dengan pilox warna putih serta pohon pisang.
  • Hingga awal ramadan tak kunjung diperbaiki hingga kerap membuat para pengguna jalan menjadi korban
  • Setidaknya pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan sementara, seperti perbaikan tambal sulam.

 

SURYA.co.id GRESIK - Kondisi jalan nasional yang rusak di wilayah Manyar Gresik dikeluhkan warga.

Sebagai bentuk protes, warga ramai-ramai memasang sejumlah spanduk bentuk protes di ruas jalan nasional sepanjang Kecamatan Manyar yang mengalami kerusakan parah.

Jalan Raya Manyar merupakan akses mobilitas sehari-hari masyarakat.

Hingga awal ramadan tak kunjung diperbaiki hingga kerap membuat para pengguna jalan menjadi korban, terutama pengendara roda dua atau sepeda motor.

Pasang Spanduk Protes

Sejumlah spanduk protes dipasang warga di sepanjang jalan yang berlombang dan lubang-lubang yang menganga.

Baca juga: Lambat Penanganan Jalan Rusak Di Sidoarjo, Para Camat Jadi Sorotan Bupati

Sejumlah tulisan pada spanduk tersebut dengan jelas menyuarakan kekecewaan warga.

Selain memasang spanduk, warga juga memberikan tanda jalan rusak dengan pilox warna putih serta pohon pisang.

“Kami melakukan aksi ini agar BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) dan Pemerintah segera melakukan perbaikan, karena sudah banyak pengendara yang jatuh, menjadi korban akibat kondisi jalan rusak,” ujar Fajar Rubianto, salah satu warga Kecamatan Manyar.

Fajar sapaan akrabnya, menyebutkan kondisi jalan rusak tersebut sudah berlangsung sekitar dua sampai tiga bulan.

Jika tidak segera diperbaiki, warga khawatir akan lebih banyak memakan korban jiwa, terutama di musim hujan dengan kondisi jalan semakin licin dan lubang-lubang tertutup genangan air.

Baca juga: Pemkab Banyuwangi Kebut Perbaikan Jalan Rusak, Ini Metode yang Diterapkan

“Kami berharap agar segera diperbaiki, agar tidak lebih banyak memakan korban lagi terutama pengendara roda dua,” kata dia.

Hal yang sama diungkapkan Rofik. Menurutnya, meski jalan tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat, setidaknya pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan sementara, seperti perbaikan tambal sulam.

“Minimal setidaknya ditambal dulu lah, sambil menunggu perbaikan secara menyeluruh, terutama di titik lokasi kerusakan yang paling parah dan sering terjadi kecelakaan akibat jalan rusak,” kata dia.

Diketahui, aksi memasang spanduk di sekitar jalan rusak ini menjadi langkah peringatan dini bagi pengendara yang melintas karena rawan kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan. 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved