Selasa, 19 Mei 2026

Amalan Islam

Rahasia Puasa Syawal 6 Hari yang Pahalanya Setara Setahun Penuh

Pahami keutamaan puasa Syawal sesuai hadis Bukhari dan Muslim. Simak rahasia pahala setara satu tahun penuh

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
SURYA.CO.ID
Ilustrasi Puasa Syawal 

Ringkasan Berita:
  • Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal menjadi amalan utama untuk menyempurnakan pahala setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan.
  • Sesuai hadis riwayat Muslim, menjalankan puasa Syawal memberikan keutamaan luar biasa.
  •  riwayat Al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW secara khusus mengingatkan para sahabat untuk tidak melewatkan momentum ibadah di awal bulan Syawal ini.

 

SURYA.CO.ID - Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa karena Rasulullah SAW sendiri yang memberikan anjuran langsung kepada para sahabat.

Berdasarkan kitab Ringkasan Hadist Shahih Al-Bukhari karya Imam Az-Zabidi, terdapat sebuah riwayat menarik dari Imran bin Hushain r.a. (HR. Al-Bukhari No. 1983).

Dalam hadis tersebut, Nabi SAW bertanya kepada seorang laki-laki tentang apakah ia berpuasa di akhir bulan Sya'ban. Ketika laki-laki itu menjawab "Tidak", Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila kamu menyelesaikan puasamu (Ramadhan), maka berpuasalah dua hari (pada bulan Syawal)."

Meskipun dalam konteks hadis tersebut merujuk pada pengganti puasa Sya'ban, para ulama sepakat bahwa bulan Syawal adalah momentum emas untuk melanjutkan konsistensi ibadah.

Rahasia Pahala Setara Satu Tahun

Salah satu alasan utama mengapa Puasa Syawal sangat populer adalah janji pahala yang luar biasa besar. Mengutip hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim)

Dalam kitab Syarh Nawawi 'ala Muslim, para ulama menjelaskan perhitungan matematis pahala ini berdasarkan prinsip bahwa satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat:

Puasa Ramadhan (1 bulan): Dianggap sama dengan puasa 10 bulan.

Puasa Syawal (6 hari): 6 hari x 10 = 60 hari, atau setara dengan 2 bulan.

Total: 10 bulan + 2 bulan = 12 bulan (1 tahun).

Pandangan Mazhab

Meskipun mayoritas ulama menganjurkan ibadah ini, terdapat perbedaan sudut pandang di kalangan imam besar:

Mazhab Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, dan Abu Daud: Menegaskan hukumnya Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan).

Imam Abu Hanifah: Sempat memakruhkan puasa ini. Alasannya bukan karena membenci ibadahnya, melainkan khawatir orang awam akan menganggap puasa 6 hari ini sebagai bagian dari kewajiban Ramadhan (fardhu).

Kapan Sebaiknya Dimulai?

Meski secara tekstual diperbolehkan dilakukan kapan saja selama bulan Syawal (kecuali di hari raya Idul Fitri), banyak ulama menyarankan untuk memulainya sesegera mungkin sejak hari kedua Syawal secara berturut-turut agar lebih utama dalam menyegerakan kebaikan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved