Jumat, 8 Mei 2026

Ramadan 2026

Kultum Ramadan: Cara Mengejar Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dianjurkan perbanyak melakukan amal kebaikan.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id
Hafadhatus Taghfarah Dari IPPNU SURABAYA 

Kultum Ramadan oleh Hafadhatus Taghfarah dari IPPNU Surabaya

Bismillahirrahmanirrahim.

Ramadan akan meninggalkan kita sebentar lagi. Lantas, apa yang sudah kita lakukan selama bersamanya? Apakah kita sudah memperbanyak amal perbaikan atau ibadah? Atau justru hanya merasakan lapar dan dahaga saja?

Saudara-saudara yang dirahmati Allah, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman di dalam Al-Qur'an Surat Al-Qadr:

Bismillahirrahmanirrahim.
Innā anzalnāhu fī Lailatil Qadr.
Wa mā adrāka mā Lailatul Qadr.
Lailatul Qadri khairun min alfi syahr. Sadaqallahul adzim.

Berbicara mengenai Lailatul Qadar, tentunya kita semua sudah tahu bahwa ia merupakan suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Maka jangan kita sia-siakan kesempatan untuk melakukan amal kebaikan, khususnya pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan ini.

Karena malam Lailatul Qadar sendiri memiliki banyak keistimewaan.

Yang pertama adalah turunnya para malaikat dengan membawa rahmat dan keberkahan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr ayat 4 dan 5 yang artinya:

“Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan membawa rahmat atas izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”

Maka jangan kita sia-siakan kesempatan ini, karena belum tentu kita menemui Ramadan di tahun depan.

Kemudian keistimewaan yang kedua adalah dosa-dosa kita yang telah lalu diampuni dan pahala dilipatgandakan. Sebagaimana hadis Nabi yang artinya:

“Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Siapa yang tidak ingin dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Sang Maha Pemberi Maaf?

Kemudian yang ketiga, pada malam Lailatul Qadar kita dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan. Di antaranya i'tikaf di masjid, berdiam diri sambil mengingat-ingat apa saja yang telah kita lakukan selama bulan Ramadan maupun di bulan-bulan lainnya.

Yang kedua bisa dengan salat malam atau qiyamul lail, yakni salat di sepertiga malam. Karena sejatinya tidak ada bahasa yang paling indah kecuali doa dari hamba kepada Sang Maha Pemberi Nyawa.

Kemudian bisa juga dengan tadarus Al-Qur'an, yakni One Day One Juz. Jika tidak mampu, maka bisa dengan mendengarkannya saja. Intinya, setiap yang kita lakukan di bulan Ramadan insya Allah akan bernilai pahala.

Kemudian yang terakhir, perbanyak zikir dan doa sebagaimana yang dianjurkan oleh Nabi SAW. Mari kita baca bersama-sama.

Bismillahirrahmanirrahim.

Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.

Yang artinya:
“Wahai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah, mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita di 10 malam terakhir di bulan Ramadan ini. Karena belum tentu tahun depan dan tahun-tahun berikutnya kita masih dapat menjumpai Ramadan kembali.

Maka jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari bersama-sama kita melakukan amal kebaikan. Insya Allah semua itu akan bernilai pahala yang dilipatgandakan sebagaimana yang telah disampaikan di awal.

Kemudian sebelum saya tutup, izinkan saya untuk berpantun.

Membeli kurma di bulan Ramadan,
Dimakan bersama saat berbuka.
Lailatul Qadar malam kemuliaan,
Saat terbaik memohon kepada-Nya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: Kultum: Cara Istiqomah Pasca Bulan Suci Ramadan

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved