Batik Chic Kental Nuansa Imlek, Simbol Cinta dan Kemakmuran Dalam Balutan Wastra
Motif yang dihadirkan sarat makna filosofis, antara lain bunga peony sebagai simbol kemakmuran dan kehormatan.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Batik Chic menampilkan kolek-koleksi terbarunya yang bernuansa Perayaan Lunar atau Tahun Baru Imlek.
- Koleksi 24 busana ini didominasi warna merah, lalu pink, dan sentuhan hijau.
- Koleksi lunar ini tampil dengan motif-motif identik dengan budaya peranakan dipadu wastra Indonesia.
SURYA.co.id SURABAYA- Merayakan 12 tahun berkarya, Batik Chic menampilkan kolek-koleksi terbarunya yang bernuansa Perayaan Lunar atau Tahun Baru Imlek.
Pantaun SURYA.co.id di lokasi acara peragaan busana yang dikenakan oleh para muses yang juga pelanggan dan komunitas Batic Chic.
Dominasi Warna Pink
Koleksi 24 busana ini didominasi warna merah, lalu pink, dan sentuhan hijau.
Novita Yunus Owner dan Direktur Kreatif Batic Chic mengatakan, acara ini menjadi bentuk apresiasi bagi komunitas Batik Chic, para mitra, serta sahabat yang telah berpartisipasi dan berkolaborasi dalam perjalanan brand.
Sekaligus menjadi ruang temu bagi para pencinta fashion wastra Indonesia, khususnya di Surabaya.
Baca juga: UPN Veteran Jatim Bawa Batik dan Kuliner ke Thailand, Perkuat Diplomasi Budaya
“Koleksi yang ditampilkan secara khusus bertepatan dengan perayaan Lunar Imlek dan Hari Kasih Sayang, tema Peony, Love and Prosperity melambangkan bunga peranakan, sama-sama meminta untuk cinta wastra, budaya Indonesia, dan prosperity kemakmuran,” sebut Novita Yunus kepada SURYA.co.id Kamis (5/2/2026).
Koleksi Lunar
Koleksi lunar ini tampil dengan motif-motif identik dengan budaya peranakan dipadu wastra Indonesia.
Dalam konteks ini, Batik Chic memposisikan diri sebagai salah satu jalinan benang yang turut berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia melalui karya-karya wastra yang relevan lintas generasi.
“Ada dua koleksi fashion show, mega mendung kasual dan batik peranakan bentuk kebaya,” sebut Novita.
Motif yang dihadirkan sarat makna filosofis, antara lain bunga peony sebagai simbol kemakmuran dan kehormatan.
Baca juga: Produksi Kue Keranjang di Surabaya Kebanjiran Order Jelang Imlek 2026
Motif guci yang melambangkan kelimpahan dan keberlanjutan, mega mendung sebagai refleksi keteduhan dan keseimbangan.
Sementara kipas sebagai simbol keanggunan dan perlindungan, batik Cirebon sebagai representasi akar budaya pesisir yang adaptif.
Dalam beberapa busana juga ada motif sekar jagat yang menggambarkan keberagaman dalam satu kesatuan harmoni.
Para model juga mengenakan aksesoris dari Adelle, mengekspresikan diri melalui perhiasan yang personal dan bermakna.
“Melalui perayaan ini, Batik Chic menegaskan komitmennya untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menjaga relevansi wastra Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup modern yang berakar kuat pada nilai budaya,” tutup Novita.
Batik Chic
batik chic nuansa imlek
Imlek 2026
busana nuansa imlek
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Meaningful
| Mengenal Lebih Dekat 10 Regentstraat di Pos Bloc Surabaya, Perpaduan Sejarah dan Kuliner |
|
|---|
| Alasan Suami Bidan Murtafia Tidak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana Meski Kejam Habisi Istrinya |
|
|---|
| Aksi Heroik Munir Selamatkan Ibu Berusia 100 Tahun dari Kebakaran di Bondowoso |
|
|---|
| Bupati Gresik Tekankan Pengelolaan Sampah dan Limbah di Satuan Pelayanan Gizi |
|
|---|
| Pelajar SMA Surabaya Tewas Dikeroyok, Komisi A DPRD Minta Tindak Tegas Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/busana-imlek-batik-chic.jpg)