Senin, 20 April 2026

Amalan Islam

Doa Iftitah Sholat Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Artinya

doa Iftitah memiliki makna yang sangat mendalam sebagai bentuk salam pembuka dalam sholat.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Istimewa
Ilustrasi - ilustrasi membaca doa iftitah 

SURYA.co.id - Salah satu bagian yang membuat sholat terasa lebih khusyuk membaca ddalah Doa Iftitah.

Meskipun hukum membacanya adalah sunnah, doa Iftitah memiliki makna yang sangat mendalam sebagai bentuk salam pembuka.

Apa Itu Doa Iftitah?

Doa Iftitah adalah doa yang dibaca setelah Takbiratul Ihram (takbir pertama) dan sebelum membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.

Karena hukumnya sunnah, sholat Anda tetap sah jika lupa membacanya.

Namun, sangat disayangkan jika dilewatkan karena pahalanya sangat besar.

Baca juga: Tangis Anak Deden Maulana Pecah saat Adzan di Pemakaman, Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Pertama

Bacaan Doa Iftitah (Versi Umum)

Di Indonesia, ada beberapa versi doa Iftitah yang umum digunakan. Berikut adalah versi yang paling sering dibaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrataw wa ashila.
Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan demikian aku diperintahkan, dan aku termasuk golongan orang-orang muslim."

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved