Minggu, 12 April 2026

Di Surabaya Muncul Usulan Modifikasi Program Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan

Pimpinan DPRD Surabaya mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah tetap berlangsung selama bulan Ramadhan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pimpinan DPRD Surabaya mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah tetap berlangsung selama bulan Ramadhan.

Sekalipun demikian, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, meminta beberapa penyesuaian.

Menurutnya, program Pemerintah Pusat tersebut tetap dapat dilakukan, sekalipun pada masa puasa.

Hal ini, sebut Fathoni, akan tetap relevan melalui penyesuaian format selama Ramadhan.

“Di bulan Ramadhan, jam belajar siswa biasanya berubah. Karena itu, saya usul agar MBG diberikan dalam bentuk yang lebih fleksibel," kata Fathoni, Sabtu (25/1/2025).

Pihaknya mencontohkan, menu MBG yang terdiri atas buah, susu kemasan hingga kurma dapat dibawa pulang oleh siswa.

"Sehingga, MBG ini tetap bisa dikonsumsi saat berbuka puasa bersama keluarga,” ujar Arif Fathoni.

Tak hanya soal pemenuhan gizi, Politisi Golkar Surabaya menilai ide membawa makanan pulang juga memiliki nilai edukasi. Hal ini dapat mengajarkan toleransi sejak dini kepada anak.

“Di sekolah-sekolah kita ada siswa yang non-Muslim. Dengan membawa pulang makanan ini, mereka tetap bisa menikmatinya bersama keluarga tanpa terpengaruh jadwal berbuka puasa," tuturnya.

Siswa non-muslim turut menjaga toleransi terhadap siswa muslim yang sedang berpuasa.

"Ini adalah bentuk pembelajaran toleransi yang bisa kita tanamkan sejak dini,” jelas Fathoni. 

Selain itu, MBG selama Ramadhan juga berpotensi mendukung perekonomian masyarakat kecil. Khususnya, pelaku UMKM yang terlibat sebagai penyedia bahan pangan.

“Program ini harus kita lihat sebagai roda penggerak ekonomi. Jika makanan atau minuman yang diberikan berasal dari UMKM lokal, maka secara langsung program ini bisa membantu meningkatkan pendapatan keluarga mereka,” tambahnya.

Fathoni berharap, pemerintah kota dapat mendukung usulan ini. Sehingga, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa. Namun, juga menjadi solusi inklusif yang mendukung berbagai aspek, mulai dari pendidikan karakter hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ramadhan adalah momen yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, berbagi dan gotong-royong. Program MBG harus menjadi bagian dari semangat ini,” tandasnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved