Jumat, 10 April 2026

Sambang Kampung

Potret Kerukunan Antarumat Beragama di Kampung Babatan Surabaya

Toleransi keberagaman antarumat beragama di RW 1 dan RW 2 Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung Surabaya tak lagi diragukan.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Parmin
surya.co.id/habibur rohman
RW BERSAUDARA - Antar warga RW-1 dan RW-2 Kel Babatan Kec Wiyung Surabaya sampai saat ini tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam berkegiatan, Minggu (3/5/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Toleransi keberagaman antarumat beragama di RW 1 dan RW 2 Kelurahan Babatan Surabaya tak lagi diragukan.

Selama bertahun-tahun, masyarakat di sana hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain.

Selain itu mereka bergotong royong melestarikan serta membangun potensi kampung.

Wayan Runtun Aribawa, tokoh masyarakat, tokoh agama Hindu, sekaligus sesepuh kampung mengatakan, dari dulu belum pernah ada pertikaian antarsesama.

"Sejak saya hadir di sini tahun '77, keberagaman beragama sudah ada. Ada Islam, Kristen, Kejawen, Hindu. Sampai sekarang pun hubungan kemasyarakatannya sangat harmonis," katanya.

Tidak hanya itu, warga masih menghormati leluhur salah satunya dengan terus melestarikan sedekah bumi setiap setahun sekali.

"Semuanya berkumpul tanpa melihat agama. Semua memohon kepada Tuhan agar Bumi Babatan diberi kenyamanan, kesehatan, serta kedamaian hidup. Kami semua di sini guyub rukun," urainya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Suismanto, tokoh agama Islam RW 1 dan RW 2 Babatan Surabaya. Agama tidak lagi dipermasalahkan, semua saling menghormati dan mengasihi satu sama lain.

"Kalau Idul Fitri, semua warga bersilaturahmi, tidak hanya muslim. Begitu pula dengan hari besar agama yang lain. Masalah agama sudah tidak dibahas, yang menjadi titik temu di sini yakni kemanusiaan," terang warga yang sudah tinggal selama 55 tahun ini.

Menurutnya, RW 1 dan RW 2 Kelurahan Babatan bisa menjadi percontohan sebagai miniatur Keberagaman di Indonesia.

"Dalam satu keluarga besar, ada yang terdiri dari berbagai agama. Hal ini juga sebagai perekat keberagaman di sini," tandasnya.

Memang, keberagaman di sini menurut pecinta budaya dan sejarah Surabaya Tommy Priyo Pratomo, sudah terkenal sejak dahulu.

"Kampung ini bentuk nyata bahwa keberagaman dan kerukunan itu ada. Dibuktikan dengan kegiatan yang saling mendukung. Selain itu suasana alam di sini juga sangat unik, konturnya yang baik turun memberi suasana seperti pegunungan, juga asri karena banyaknya penghijauan," kata Tommy.

Tradisi sedekah bumi, lanjutnya, menjadi salah satu bukti pelestarian warga terhadap tradisi budaya.

"Kegiatan itu sebagai wujud rasa syukur bahwa yang sudah diberikan oleh Sang Maha Kuasa dapat dirasakan manfaatnya sebab adanya kerukunan," tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved