RS Adi Husada Kapasari Ajak ABK Rayakan Kemerdekaan
Untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke-74, RS Adi Husada Kapasari menggelar serangkaian lomba bersama anak-anak berkebutuhan khusus,
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke-74, RS Adi Husada Kapasari menggelar serangkaian lomba bersama anak-anak berkebutuhan khusus, Sabtu (24/8/2019).
Lomba yang dihadirkan beragam, mulai dari fashion show, halang rintang, hingga lomba menggendong sambil mengigit sendok berkelereng yang dilakukan bersama dengan orangtua.
dr Hermanto Wijaya MARS, direktur RS Adi Husada Kapasari mengatakan bahwa kegiatan tersebut melibatkan sekitar 35 anak berkebutuhan khusus yang merupakan costumer dari RS Adi Husada Kapasari.
"Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian kepada kami kepada para klien. Di balik lomba-lomba tersebut, ada nilai edukasi yang kami berikan," ungkap Hermanto ditemui seusai acara.
Melalui berbagai lomba tersebut, anak-anak dapat dilatih sensor motoriknya.
"Memang mereka tidak bisa sembuh total, tapi kegiatan semacam ini dapat memperbaiki sensor motorik mereka," ungkapnya.
Layanan terpadu anak berkebutuhan khusus, lanjutnya, merupakan salah satu layanan unggulan di RS Adi Husada Kapasari.
"Melalui kegiatan ini juga kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran kepada para generasi muda akan perjuangan para pahlawan meraih kemerdekaan," ungkapnya.
Sementara, Robby Agustinus L MPsi, psikolog RS Adi Husada Kapasari mengatakan bahwa para peserta yang berpartisipasi tampak sangat senang. Para orangtua dan anak-anak yang terlibat sangat suportif dengan acara tersebut.
"Acara ini kami persiapkan secara singkat. Para orangtua menyambutnya secara baik. Lomba-lombanya kami sesuaikan dengan kondisi anak. Apabila celebral palsy, misalnya, tentu tidak diikutkan halang rintang," papar Robby.
Salah seorang peserta, Ayasi, tampak bersemangat mengikuti serangkaian acara. Bocah sembilan tahun tersebut berhasil menyabet juara dua lomba fashion show dengan mengenakan kostum baju adat dayak.
"Saya sangat bahagia karena melihat anak saya bahagia. Hari ini dia terlibat sangat senang. Acara ini juga dibuat ajang kumpul bersama teman-teman yang lain," paparnya.
Tak hanya Ayasi, Amar Aslam yang berusia 2.8 tahun pun tak kalah antusiasnya. Alimatul Adhibah, ibunya, mengatakan, meskipun mengeluarkan banyak tenaga, kegiatan tersebut sangat seru.
"Seru sekali. Kan nggak juga setiap hari bareng-bareng ketemu yang lain seperti ini. Ketemu ya paling hanya satu dua anak saja, nggak pernah bareng-bareng seperti sekarang," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rs-adi-husada-kapasari.jpg)