Berita Komunitas
Komunitas Mojokerto Doodle Art Ajak Warga Menggambar Doodle
Anggota komunitas Mojokerto Doodle Art Restu khayatta Multi dan Siska Yuniar terlihat asyik menggoreskan spidol hitan dan merah diatas banner putih.
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Parmin
Surya.co.id l MOJOKERTO - Anggota komunitas Mojokerto Doodle Art Restu khayatta Multi dan Siska Yuniar terlihat asyik menggoreskan spidol hitan dan merah diatas banner putih di Alun-Alun Kota Mojokerto, Minggu (9/9/2018). Goresan spidol mereka tak beraturan dan hanya mengikuti gerak tangan.
Goresan tersebut sekilas abstrak, garis coretan berbentuk sebuah monster dan tulisan di tengahnya. Namun setelah banner tersebut telah penuh dengan gambar, hasilnya terlihat indah dan tak biasa.
"karena doodle itu adalah gambar yang bebas mengikuti arah tangan sesuai keinginan hati," ujar Restu selaku Humas Komunitas Mojokerto Doodle Art, Minggu (9/9/2018).
Namun, menggambar doodle, lanjut Restu, memiliki beberapa teknik dan aliran.
Restu mengatakan arsir dan gores untuk pensil dan untuk cat menggunakan teknik Pointilis (titik-titik).
Sedang untuk aliran Restu menyebutkan, yakni aliran doodle abjad seperti typo grafi, Monster dan pantern.
"Doodle abjad itu untuk tulisan bisa berbentuk latin dan gelembung," jelasnya.
Belajar menggambar doodle diakuinya tak membutuhkan waktu lama. Sebab, semua orang memiliki bakat menggambar.
"Seperti yang bisa dilihat kami menggambar bersama dengan anak-anak kecil hanya beberapa detik saja mereka bisa menggambar doodle. Doodle itu bebas tak memandang bagus maupun jelek," katanya sambil menunjukkan karya doodle yang digambar bersama pengunjung alun-alun khususnya anak kecil.
Saat menggambar bersama, komunitas doodle juga mengajak masyarakat untuk belajar bersama. Seperti yang dilakukan komunitas ini saat Car Free Day, Minggu (9/9). Para pengunjung tertarik untuk ikut menggambar.
Seperti halnya, Zafran Rayhano (4), ia terlihat asyik menggambar bersama Restu dan Siska. Sesekali mereka juga menuntun goresan Zafran. Zafran saat itu menggambar sosok ultraman. Siska dan Restu juga tak segan untuk mengajak pengunjung belajar bersama ketika mendekat di tempat komunitas Mojokerto Doodle Art menggelar karya.
"Ayo Dek, ayo Mas menggambar," ajak Restu.
Restu mengimbuhkan bahwa di komunitas Mojokerto Doodle Art semuanya belajar tidak ada yang pro. Kami saling sharing ilmu menggambar.
"Kami tidak menggurui warga yang ikut menggambar maupun dengan anggota. Kami saling sharing. Kami masih dalam proses belajar," pungkasnya.
Sedang Happy Kusuma ayah Zafran mengungkapkan, Komunitas Mojokerto telah memberikan sarana positif bagi pengunjung car free day. Ia berharap agar pemerintah memfasilitasi Komunitas seperti Mojokerto Doodle Art.
"Perlu difasilatasi oleh pemerintah. Lebih bagus daripada melakukan hal buruk seperti mengkonsumsi obat-obatan terlarang narkotika. Kreatifitas lebih tersalrukan melaui seni dan gambar bisa dinikmati oleh pengunjung car free day," kata Happy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mojokerto-menggambar-doodle_20180909_192204.jpg)