Single Focus
Petugas Antar Nasi Rantang Lansia Dapat Fee Rp 500 Per Kotak
Dengan bermodal rengkek, petugas ini setiap pagi mengantar jatah nasi rantang lansia ke setiap sudut kota Surabaya.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Ada petugas khusus yang mengantar rantang khusus para lansia. Dengan bermodal rengkek, petugas ini setiap pagi mengantar jatah rantang lansia ke setiap sudut kota Surabaya.
Tas kotak kain yang diletakkan di kanan kiri motor itu setiap hari diberikan Dinsos kepada petugas antar ketering khusus lansia ini.
"Ada 239 petugas," terang Kabid Organisasi dan Swadaya Sosial Dinsos Surabaya Eny Zuliaty.
Selepas pukul 07.00, ratusan petugas itu menyebar. Mereka mendapat tugas khusus menyerahkan rantang berisi makanan. Mereka adalah mitra Dinsos. Bukan staf atau pegawai Pemkot Surabaya.
Untuk menunjang hantaran katering lansia, Dinsos memberdayakan masyarakat. Ratusan petugas itu atas rekomendasi kelurahan melalui Karang Wreda.
Lembaga ini lembaga khusus yang dibentuk di tingkat kelurahan. Mereka mendapat SK kelurahan. Selain petugas antar katering, Karang Wreda juga memilih warga yang berhak menyediakan masakan untuk mengisi rantang lansia tersebut.
"Para petugas antar rantang itu berhak atas honor karena mereka mendapat tugas khusus. Setiap satu rantang berhak atas honor Rp 500," jelas Eny.
Karang Wreda inilah yang berhak atas pengelolaan rantang lansia. Setiap petugas antar ketering bisa mangantar antara 50 hingga 100 lansia.
Kalau dia mengantar 50 artinya sehari bisa mendapat honor Rp 25.000. Honor ini cukup ideal karena sifat tugas pengantar itu juga ditekankan sifat sosialnya.
Eny menyebutkan bahwa setiap petugas antar jumlah lansianya bervariasi sesuai kekuatan pengirim.
"Kalau terlalu banyak dikhawatirkan tidak cepat sampai sehingga lansia tidak segera makan," ucap Eny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/menu-rantangan-lansia_20180220_005112.jpg)