Sambang Kampung
Peternak Sapi Bendul Merisi Kian Habis
Bendul Merisi dulu dikenal sebagai sentra ternak sapi di Surabaya. Tetapi kini kondisinya kian miris, jumlah peternak sapi kian habis...
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Tak banyak warga Surabaya yang menjadikan beternak sapi perah sebagai pekerjaan.
Jika dulu kampung Bendul Merisi memang dikenal sebagai sentra susu sapi segar dengan puluhan peternak, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Saat ini, hanya tersisa empat peternak yang masih eksis bertahan di tengah himpitan lahan perumahan.
Salah satu peternak sapi perah itu, Ashok Husein.
Pria keturunan Pakistan ini terus menjalankan bisnis keluarga dengan memelihara 35 ekor sapi perah.
"Dulu ada lebih dari sepuluh. Sekarang sudah banyak yang berhenti karena lahannya dibeli sama pengembang," ujar Ashok, yang ditemui di rumahnya di Jl Bendul Merisi Besar Selatan No 31, Jumat (12/5/2017).
Ia menyebut, tinggal empat peternak sapi perah yang ada di Bendul Merisi. Empat peternak ini yang setiap hari menyuplai kebutuhan susu sapi segar di penjuru Kota Surabaya.
Berbisnis sapi perah, diakui Ashok, memang susah susah gampang. Namun, menurutnya, tetap menjanjikan lantaran banyak warga yang peduli dengan hidup sehat.
Termasuk mengonsumsi minuman-minuman sehat, seperti susu sapi segar. "Biasanya kami memasok di sekolah India di Wiyung, lalu memasok rumah rumah ekspatriat, Pakuwon, Citraland, dan banyak lagi. Mereka rutin meminta suplai dari peternakan kami," kata Ashok.
Perhari, dengan 30 ekor sapi yang diperah susunya setiap pagi dan siang, bisa menghasilkan lebih dari 600 liter susu segar. Sebab, satu ekor sapi bisa menghasilkan sekitar 17 liter per hari.
Ashok menambahkan, yang paling banyak menghasilkan susu sapi adalah perahan pagi hari, pukul 04.00, bisa sampai 12 liter. Sedang siang pada pukul 12.00, antara lima liter hingga enam liter saja.
Butuh Telaten
Memelihara sapi perah membutuhkan ketelatenan tersendiri. Sebab yang menghasilkan susu haruslah sapi yang bunting dan baru beranak.
Perawat sapi perah, Syaiful Anwar mengatakan, sapi betina di sini biasanya disuntik agar bunting. Setelah beranak, mereka sudah bisa diperah susunya sampai lima bulan lamanya.
"Saat memerah susu sapi pun harus ada tekniknya. Salah satunya, jangan membuat sapinya marah, harus rileks," terang Syaiful.
Mula-mula, susu sapi dibersihkan dengan air. Lalu pemerah melumuri tangan dengan mentega agar licin dan tidak menyakiti sapi. Baru setelah itu diperah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ternak-sapi-perah-di-bendul-merisi-surabaya_20170513_024224.jpg)