Selasa, 14 April 2026

Berita Banyuwangi

Lukisan Mural Percantik Pulau Santen Banyuwangi, Angkat Tema Lingkungan

Komunitas mural Banyuwangi tergerak untuk turut mempercantik destinasi syariah tersebut.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
surya/haorrahman
Komunitas mural Banyuwangi bersama warga mempercantik destinasi syariah Pulau Santen dengan seni mural. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Setelah Pulau Santen Banyuwangi ditetapkan menjadi destinasi wisata halal tourism, banyak pihak bahu membahu mempercantik pulau yang terletak satu kilometer dari pusat kota Banyuwangi tersebut.

Komunitas mural Banyuwangi tergerak untuk turut mempercantik destinasi syariah tersebut.

Komunitas mural seperti Doodle Art, Pena Hitam, dan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Banyuwangi (Mapala Uniba), bersama warga menghias rumah-rumah warga dengan seni mural.

Anak-anak muda itu secara swadaya, mulai 5 hingga 20 Maret 2017, mengecat dinding-dinding rumah warga dengan lukisan mural berbagai bentuk.

Mural merupakan cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas lainnya.

Anggota Mapala Uniba, Andri Saputro (22), satu di antara pelukis mural terlihat asyik mencorat-coret dinding rumah warga.

“Di Pulau Santen ini ada 80 Kepala Keluarga (KK). Jadi saya dan teman-teman, dibantu warga sekitar, berinisiatif memperindah wajah sekitar pantai dengan lukisan mural ini,” kata Andri.

Tak hanya menggambar mural, dalam kesempatan itu Andri juga melakukan pendampingan terhadap pemuda Pulau Santen, yang ingin menuangkan kreatifitas muralnya.

Andri mengatakan, untuk tema mural di Pulau Santen ditentukan mengangkat tema lingkungan. Ini agar para pemural tak sekadar menghasilkan gambar yang tak bermakna.

“Mereka bebas berekspresi, namun gambar yang dibuat harus bersifat inovatif dan edukatif tentang lingkungan. Bisa tentang mangrove, konservasi, biota laut, kehidupan nelayan, maritim bahkan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” beber mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan Uniba angkatan 2012 ini.

Andri dan kawan-kawannya tidak punya target tertentu soal banyaknya dinding yang dilukis per harinya.

“Kami sih slow saja, karena melukis mural itu soal hati, bagaimana kita bisa berkreasi dan berekspresi. Tapi kami upayakan hingga tanggal 20 Maret nanti, seluruh dinding warga telah kami lukis mural seluruhnya. Harapannya sih tempat ini bisa jadi kampung mural percontohan di Banyuwangi,” kata Andri.

Sejak tanggal 5 Maret total rumah yang mereka gambari dindingnya sebanyak lima rumah lebih.
Yang mereka dahulukan adalah rumah-rumah yang dindingnya menghadap ke arah jalan.

Tak hanya dinding tembok, anak-anak muda kreatif ini juga menggambari dinding yang berasal dari anyaman bambu.

“Ini tantangan buat kami. Menggambar di media apa saja bisa,” kata Andri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved