Bhayangkara FC
Nasib Ibnu Grahan di Ujung Tanduk, Ini Masalahnya
"Khusus untuk pelatih kepala kemungkinan untuk kembali memimpin tim ini di turnamen tahun depan akan sangat kecil kemungkinannya, karena sesuai kesepa
Penulis: Dya Ayu | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SURABAYA - Hasil buruk dan tak sesuai harapan manajemen terkait dengan posisi klasemen yang ditorehkan Bhayangkara FC (BFC) di turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu, membuat nasib Ibnu Grahan Pelatih Kepala BFC diujung tanduk.
Manajemen BFC mentarget, tim asuhan Ibnu Grahan tersebut harus berada diposisi lima besar klasemen namun kenyataannya Ibnu Grahan hanya mampu membawa BFC berada diposisi ketujuh dengan 54 poin.
Hal ini memastikan posisi Ibnu Grahan untuk memimpin BFC di musim depan akan sangat kecil.
Apalagi Asisten Manajer BFC AKBP Sumardji telah menegaskan bahwa akan ada evaluasi menyeluruh pada tubuh BFC dalam waktu dekat ini.
"Khusus untuk pelatih kepala kemungkinan untuk kembali memimpin tim ini di turnamen tahun depan akan sangat kecil kemungkinannya, karena sesuai kesepakatan awal kami dari manajemen telah mematok BFC harus 'landing' diposisi kelima klasemen, nyatanya tidak bisa," kata AKBP Sumardji kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (20/12/2016).
Sumardji menjelaskan bahwa hasil tersebut membuat manajemen BFC yang terdiri dari sebagian besar Polri kecewa, karena sebenarnya finish diposisi kelima klasemen dirasa sangat mudah untuk tim sekelas BFC.
"Hasil ini tentu sangat tidak kami inginkan. Karena kami menilai kemarin sebenarnya finish diposisi kelima itu sangat gampang, asal ada kemauan. Tapi itulah bola. Kenyatannya harus ada perubahan," ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Akan lengsernya Ibnu Grahan dari tubuh BFC tidak hanya mencuat kali ini saja, Sebelum-sebelumnya kabar akan digantinya Ibnu telah mencuat ketika BFC mengalami kekalahan beruntun di pertengahan TSC 2016 lalu.
Dirinya menegaskan, bahwa nantinya tak hanya pelatih kepala saja yang akan diganti, melainkan pelatih yang lain dan juga termasuk pemain yang tidak sesuai dengan patokan prestasi dari manajemen BFC.
"Jika bicara terkait diperpanjang atau tidak, kami akan melihat dari prestasi target yang telah kami berikan, kami tidak mau main-main terkait hal ini," tegas pria yang dinobatkan sebagai motivator pemain BFC ketika berlaga dilapangan ini.
Pihaknya mengungkapkan, hingga detik ini beberapa pelatih telah menghubungi manajemen BFC untuk 'melamar' menjadi pelatih kepala di tim milik Instansi Polri tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Ibnu Grahan pelatih kepala BFC belum dapat dihubungi karena masih berada di Biak Papua usai menjalani laga melawan Perseru Serui beberapa hari lalu.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
