Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

Marvell City Surabaya Caplok Jalan Kampung, Bagaimana Solusinya?

#SURABAYA - Irvan Wahyu Drajat, menyebut bila pembongkaran jalan yang dicaplok oleh Marvell City, bisa mengoptimalkan fungsi Jl Upa Jiwa.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yuli
marvellcity.com
PETA LOKASI MARVELL CITY SURABAYA 

SURYA.co.id | SURABAYA - Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat, menyebut bila pembongkaran jalan yang dicaplok oleh Marvell City, bisa mengoptimalkan fungsi Jl Upa Jiwa.

Karena selama penutupan, Jl Upa Jiwa tidak optimal sehingga arus kendaraan mengalami crossing di perempatan Jl Bung Tomo, jembatan Darmokali/Dinoyo, dan Jl Raya Ngagel. Dishub pun menyiapkan rekayasa lalin untuk mengatasi keramaian baru di sekitar Marvell City.

“Yaitu kalau dari Jl Raya Ngagel mau ke arah hotel Malibu kan biasanya belok kiri kemudian setelah traffic light ke kanan lewat Jl Ratna, kemudian kembali ke Jl Raya Ngagel arah Wonokromo," jelas Irvan, Rabu (18/5/2016).

Arus lalin di daerah itu sudah sangat padat. Di titik depan Marvell City yang masuk Jl Bung Tomo merupakan crossing arus dari jembatan Jl Darmokali/Jl Dinoyo, serta arus lalin dari Jl Raya Ngagel dari arah Wonokromo yang belok kanan ke Jl Bung Tomo.

Rekayasa yang disiapkan dengan memanfaatkan Jl Upa Jiwa untuk arus lalin dari Jl Raya Ngagel arah Gubeng untuk masuk ke Jl Upa Jiwa, bila menuju ke Jl Bung Tomo tujuan Jl Raya Ngagel Selatan.

Kalau tujuannya tetap ke Jl Raya Ngagel arah Wonokromo, bisa tanpa lewat Jl Upa Jiwa atau tetap melewati Jl Upa Jiwa kemudian berhenti di perempatan antara Jl Bung Tomo dan Jl Ratna.

"Nantinya  ada tambahan traffic light di depan perempatan Jl Upa Jiwa, Jl Bung Tomo dan Jl Ratna sehingga dari arah jembatan Dinoyo/Darmokali, arusnya bisa berkurang," jelas Irvan.

Rekayasa itu akan dilakukan setelah Marvell City mengembalikan fasum jalan kampung itu. Atau kemungkinan yang bisa dilakukan adalah pihak mall membayarkan sewa pada pemkot atas adanya jalan tersebut.

Akan tetapi menurut Irvan hal itu masih jauh pembahasannya. Yang saat ini harus segera dilakukan adalah pembongkaran jalan yang ditutup oleh pihak mall.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Musdik Ali Suhudi menambahkan, HO komplek Marvell City sudah dikeluarkan oleh pemkot pada Februari.

Terbitnya HO tersebut sudah sesuai dari IMB yang diajukan. Termasuk pula analisa dampak lingkungannya. Namun nyatanya justru fakta di lapangan tidak sesuai dengan berkas pengajuan pihak Marvell City.

“Kalau HO dan Amdalnya tidak ada masalah, sudah diterbitkan dan sesuai dengan IMB yang diajukan, gambarnya juga seharusnya tidak ada yang masalah. Yang menjadi masalah justru adalah adalah fakta di lapangan pembangunannya berbeda," jelas Musdik.

Oleh sebab itu BLH mengatakan, yang perlu dilakukan adalah pihak Marvell City harus mengembalikan fungsi fasum di komplek tersebut menjadi fasum sesuai fungsi awalnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved