Kamis, 16 April 2026

Universitas Katolik Widya Mandala

Mahasiswa Taiwan Goyang Dumang Bareng Opa dan Oma di Surabaya

Ketika lagu ‘Goyang Dumang’ diputar, mereka menari lepas seolah tak ada beban. Selain opa Amin, Cik Ing (59) juga senang dihibur mahasiswa Taiwan.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yuli
SURYA/HABIBUR ROHMAN
GOYANG DUMANG - Delegasi Universitas Medis Kaohsiung Taiwan dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) di Griya Usia Lanjut St Yosef tahap IV Surabaya, Selasa (30/6/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagaimana jadinya opa dan oma yang sudah lanjut usia berinteraksi dengan mahasiswa asal Taiwan? Wajah senang, bahagia dan suasana penuh cerita terlihat di Griya Usia Lanjut Santo Yosef, Surabaya, Selasa (30/2/2015).

Sekitar 100 opa dan oma merasa terhibur dengan kehadiran 7 mahasiswa Taiwan.

Mereka ialah, Ying-Hsuan Chiu (Sophie), Tzu-Jung Wei (Norah), Fang-Sin Li (Vivi), Shao-Yuan Hao (Ann), Ting-Fang Wang (Apple), Wan-Hsin Chang (Dayna), Yu-Hsuan Chiu (Sharon).

Bakti sosial internasional ini selain diadakan dalam rangka kerjasama antara Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) dengan Kaohsiung Medical University juga untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa Taiwan ketika memberikan pelayanan kesehatan.

Salah satu ahli ginjal dari Kaohsiung Medical University, Prof Jer-Ming Chang, mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pelajaran kehidupan di luar Negara mereka.

“Di Taiwan, kehidupan orang-orang lanjut usia tidak seperti ini. Mereka lebih cenderung untuk tidak melakukan interaksi dengan orang lain,” terangnya.

Ia juga mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk membantu para opa dan oma yang lanjut usia bisa merasakan kehidupan bersama-sama. “Saya salut di sini bisa melepas stress bersama-sama. Sehingga kami akan membawa pengalaman ini ke Taiwan. Dan akan kami praktekkan ke Negara kami,” tambahnya.

Ada bermacam-macam kegiatan dalam bakti social ini, di antaranya, senam terapi tertawa bersama, layanan kesehatan dengan saling memijat, games dan lain-lain. Ketika seratus opa dan oma ini melakukan senam terapi tertawa, tampak kelucuan yang tak biasa diraut wajah mereka. Mereka sangat menikmati acara ini.

Salah satu di antara mereka yang paling ceria ialah opa Amin Lunggito (79). Setalah ia melakukan senam terapi tertawa, ia merasakan serasa hidup kembali. “Senang, badan rasanya enak semua setalah dibuat gerak. Ya seperti hidup kembali,” ungkapnya.

Namun komunikasi antara mereka jadi terhambat sedikit karena di antara mereka ada yang tidak dapat berbahasa Inggris. Tapi selebihnya mereka sangat menikmati kegiatan bakti sosial ini. Apalagi ketika lagu ‘Goyang Dumang’ diputar, mereka menari lepas seolah tak ada beban.

afafaSelain opa Amin, oma Cik Ing (59) juga merasa senang dengan kegiatan ini. Ia pun berkeliling di antara teman-temannya untuk memijat. “Sini saya pijat. Enak toh,” ujarnya sembari memijat dari satu orang ke orang yang lain.

Kepala Griya Usia Lanjut, Suster Marsiana Angkat Kssy, mengatakan sangat berterima kasih, karena dengan adanya acara ini, bisa membantu orang-orang lanjut usia bisa terhibur. “Kegiatan ini pastinya untuk menyemangati opa dan oma di sini. Semoga bisa memberikan motivasi agar mereka ini bisa selalu bersemangat,” terangnya.

Salah satu mahasisiwa asal Taiwan juga mengatakan sangat senang dengan kegiatan ini. “Saya juga punya nenek di rumah, dan rasanya seperti di rumah bersama mereka saat ini. Rasanya juga ingin terus berbagi bersama mereka, karena mereka di sini butuh perhatian khusus,” terang Tzu-Jung Wei (Nora).

Baca selengkapnya di Harian Surya 
LIKE Facebook SURYA 
FOLLOW @PortalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved