Kompas Kampus di Unair
Kamera Helikopter Sedot Perhatian Ribuan Pasang Mata
“Masyarakat tahu Kompas sebatas koran, sehingga perlu diberitahukan ada Kompas.com dan Kompas TV. Kami punya kompasiana."
Penulis: Magdalena Fransilia | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA – Ribuan peserta antusias menyaksikan Drone Jurnalism yang diterbangkan dalam acara Kompas Kampus di Airlangga Convention Center Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (20/3/15).
Kerlap-kerlip lampu drone itu menyedot perhatian saat melambung tinggi, seketika disambut lambaian tangan dari 10.439 peserta yang penasaran dengan helikopter camera pintar ini. Mereka berasal dari Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Madura, Madiun, serta Medan.
Drone mendarat dalam genggaman pembicara Alex Wibisono dari kompas TV di panggung. Kemudian Alex memaparkan tips shoot ‘One Take Ok’ pada peserta.
“Tentukan daftar shoot yang diinginkan, perhitungkan titik atau jalur terbang, tetap lakukan shoot bila ragu, jangan lupakan durasi,” ungkapnya di temani Bondan Wicaksono campers dan Roni Kuncoro pengendali remot kontrol.
Sejak empat tahun berdiri, Kompas TV langsung memiliki Drone buatan German yang harganya mencapai puluhan juta itu.
“Sebelum TV berita lain punya, kami pertama di Indonesia,” ujar Roy Rakhmatullah penanggung jawab acara. Alat ini sangat membantu mengambil rekaman tinggi suatu tempat dari atas. Latihan menerbangkannya pun perlu belajar berbulan-bulan.
Acara dirangkai pelatihan penyiar radio dari Istara FM, kompetisi Angker Hunt bagi 75 finalis dari 1800 pendaftar. Akan diambil 5 finalis menjajal Anger dipanggung Sabtu (21/3/15) dihadapan juri Rosiana Silalahi.
Unair Surabaya jadi kota kedua yang disambangi Kompas Kampus, setelah UGM Yogyakarta dengan jumlah 12 ribu peserta pekan lalu. Acara akan digelar rutin per bulan, Unversitas Hasanuddin Makassar terjadwal April, selanjutnya ITB Bandung dan UI Jakarta.
Kompas ingin menempatkan diri sebagai TV berita independen namun tetap ringan / menghibur. Sehingga meluncurkan program Talkshow Rossi yang dibawakan langsung oleh Rosiana Silalahi, tiap Kamis pukul 19.30 WIB. Tentunya dibalut penampilan Panji Pragiwaksono komik Stand up comedi di awal dan akhir acara.
Ari Wibowo (21) mahasiswa Universitas Brawijaya Malang mengakui manfaat acara ini. “Kompas membantu mewadahi kami yang ingin jadi pembaca berita. Drone yang didatangkan dari Jakarta juga jadi daya tarik,” ungkapnya.
Ifa Amora (20) mahasisi Sekolah Tinggi Teknik Malang Jurusan Teknik Industri juga tertantang ikut kompetisi.
“Bukan berarti anak teknik tidak bisa masuk dunia jurnalistik. Ini hobi, harus disalurkan,” ujar dia.
Ifa mengaku ini kali keempat menjajal news angker sejak 2013, sebelumnya sempat ikut News generation broadcast star Ubaya Mei 2014.
Kompas Kampus bertujuan membagikan pengalaman jurnalistik Kompas Grup, sekaligus memperkenalkan produk.
“Masyarakat tahu Kompas sebatas koran, sehingga perlu diberitahukan ada Kompas.com dan Kompas TV. Kami punya kompasiana, wadah tulisan jurnalistik masyarakat. Serta menerapkan reportase multidimensi pakai Drone,” papar Roy.
Acara berlangsung dua hari, Sabtu (21/3/15), akan hadir Raditya Dika, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi, dan sejumlah komika Stand up comedi.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA