Minggu, 12 April 2026

Liputan Khusus CCTV Kota

Rencana Pemasangan CCTV Sempat Bikin Dolly Sepi

Sejumlah mucikari mengeluh sepi. Mereka kehilangan banyak pelanggan.

SURYA Online, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat itu juga menegaskan bahwa pemasangan CCTV ini merupakan jurus baru lantaran sulitnya menutup Dolly.

Memang, Risma berusaha menghindari buntut hukum yang mungkin muncul dari pemasangan kamera pengintai itu.

Karena itu, menurut Risma, pemasangan tidak sampai masuk dalam ruang atau kamar, karena bisa melanggar privasi orang.

Meski baru sebatas isu, CCTV Dolly sempat berdampak signifikan.

Sejumlah mucikari mengeluh sepi. Mereka kehilangan banyak pelanggan.

“Sampai saat itu, pernah kami tidak mendapatkan pelanggan. Padahal, biasanya dalam semalam satu PSK  dipakai dua sampai tiga pengunjung,” ungkap seorang pria pemilik Wisma di Dolly.

Pemilik wisma ini menceritakan, saking takutnya pengunjung, sampai-sampai saat itu tidak sedikit pengunjung masuk wisma sambil mengenakan helm.

Takut wajahnya terekam si mata elang kota itu.

Rencana pemasangan CCTV Dolly itupun kemudian ditolak para pelaku usaha di lokalisasi itu.

Mereka bahkan juga turut berama-ramai berdemonstrasi.

Belakangan, kalangan dewan  ikut menolak rencana itu.

Alasan DPRD,  kawasan itu bukan lokalisasi saja, melainkan juga permukiman warga.

Pemasangan kamera akan bisa mengganggu privasi warga setempat. Pelan-pelan rencana itu pudar, lalu tenggelam hingga sekarang. (idl/rey)

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved