Janda Pemilik Kos Tewas Dibunuh
Kematian Endang Diketahui Setelah Anaknya Menelpon
Dia menanyakan kabar ibunya karena merasa curiga lantaran sudah seminggu sang ibu tak pernah mengabarinya.
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, SURABAYA - Kematian Endang, janda 47 tahun yang ditemukan tewas dengan tangan ditali di dalam kamar yang terkunci baru diketahui setelah anak semata wayangnya menelpon.
Saat ditemukan Minggu (27/10/2013) malam, jenazah wanita yang tinggal di Jl Brawijaya 34 Surabaya itu sudah membusuk.
Diduga, dia sudah tewas dibunuh lebih dari empat hari lalu.
Jenazahnya sudah menggelembung dan mengeluarkan bau busuk.
Bintang, anak korban yang sedang kuliah di Universitas Padjadjaran Bandung menelpon ke tetangga sebelah rumah.
Dia menanyakan kabar ibunya karena merasa curiga lantaran sudah seminggu sang ibu tak pernah mengabarinya.
"Anaknya menelpon ke tetangga karena sudah sekitar semingguan ditelepon tidak diangkat. Kemudian, tetangga memeriksa ke rumah tersebut,'' kata Letkol (Purn) Mas'up, saksi mata yang juga tetangga korban.
Mas'up mendatangi rumah korban bersama Ketua RT dan beberapa warga.
Kondisi pagar rumah saat itu dalam keadaan tidak terkunci.
Kemudian warga berusaha mencongkel pintu garasi yang berada di sebelah kanan rumah karena semua dalam keadaan terkunci.
''Rumah tertutup rapat semua. Tapi AC-nya menyala,'' kisahnya.
Setelah terbuka, warga pun dikagetkan dengan bau busuk yang langsung menyengat dari sebuah kamar.
Dan ketika diperiksa, ada darah mengalir dari dalam ruang kamar yang tertutup dan terkunci itu.
Di kamar itulah, Endang ditemukan dalam keadaan tewas dan sudah membusuk.
Tangannya terikat di belakang. Diduga kuat, dia tewas akibat dibunuh.