Liputan Khusus Stok Kadaver Terbatas
Satu Mayat Dibandrol Harga Rp 6 Hingga Rp 8 Juta
Angka kematian penghuni Liponsos juga tidak sebanding dengan kebutuhan kampus kedokteran.
SURYA Online, SURABAYA - Penelusuran Surya, kampus negeri dan swasta kerap berebut mencari mayat di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) yang menampung banyak gelandangan tanpa keluarga dan identitas jelas.
Begitu ada penghuni Liponsos meninggal, mayatnya tidak dikubur melainkan berakhir di meja bedah laboratorium kampus.
Sumber Surya mengatakan, jenazah penghuni Liponsos yang tanpa identitas ini sebenarnya harus dimakamkan.
Ini terkait laporan kematian penghuni Liponsos secara tidak wajar yang membutuhkan otopsi.
Untuk wilayah Surabaya, mayat tanpa identitas biasanya dimakamkan di TPU Jarak di kawasan Dukuh Kupang.
Meskipun begitu, jumlah mayat yang bisa dipasok dari praktik ini tidak banyak.
Pasalnya, angka kematian penghuni Liponsos juga tidak sebanding dengan kebutuhan kampus kedokteran.
Unair misalnya, setiap tahun membutuhkan 13-15 kadaver bagi mahasiswa semester II-nya.
Karena itu, pencarian juga dilakukan di beberapa Liponsos dan rumah sakit yang tersebar di Jawa Timur.
Surya mendapatkan informasi, satu mayat itu dibanderol antara Rp 6 juta sampai Rp 8 juta.
Harga tergantung kondisi mayat dan dengan sistem siapa cepat dia dapat.
Hanya memang sulit membuktikan transaksi antara oknum penjual mayat dengan pihak kampus atau rumah sakit. (ab/idl)