Sabtu, 11 April 2026

Tersangka Mutilasi Wulan Ternyata Pemain Reog

Penulis: Cak Sur |
  • Marah karena Ajakan Hubungan Intim Ditolak
MAGETAN | SURYA - Tersangka pembunuh dan pemutilasi Ayu Wulandari alias Wulan, 20, warga Dusun Ngrayung, Kepuhrejo, Kudu, Kabupaten Jombang, akhirnya ditangkap polisi. Dia adalah pria teman korban, yang dikenal korban ketika sama-sama magang praktik di RSUD dr Hardjono, Kabupaten Ponorogo. Pengungkapan kasus mutilasi ini dijelaskan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, dalam jumpa pers di Mapolres Magetan, Sabtu (18/7). Dia mengatakan, tersangka pembunuh Wulan bernama Gilang Maulana, 22, warga Desa-Kecamatan Pulung, Ponorogo, yang juga mahasiswa Univeristas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo Jurusan Kesehatan. Menurutnya, Gilang membunuh dan memotong-motong tubuh Wulan menjadi sembilan bagian setelah Wulan menolak melayani tersangka berhubungan badan di Hotel Pantes, Sarangan, Plaosan, Kabupaten Magetan, Kamis (9/7) malam lalu. Saat itu korban sedang menstruasi. Tersangka kemudian mencekik korban dan membentur-benturkan kepalanya di dinding kamar hotel kelas melati tersebut. "Setelah korban tewas, muncul niat tersangka untuk menghilangkan jejak dan barang bukti dengan memotong tubuh korban menjadi sembilan bagian," kata Kapolda. Informasi yang dihimpun Surya, setelah memutilasi Wulan, untuk menghilangkan jejak Gilang membuang enam potongan badan korban. Dia kemudian naik sepeda motor Supra Fit nopol AE 5298 SD menuju Terminal Madiun. Selanjutnya, tersangka naik Bus Sumber Kencono jurusan Surabaya-Jogjakarta, meninggalkan tas berisi tiga potongan tubuh Wulan, kemudian turun lagi Terminal Ngawi. Setelah itu Gilang kembali ke Terminal Madiun untuk mengambil moto, kemudian kembali ke Hotel Pantes. Seperti diberitakan, kasus mutilasi ini terungkap pada Jumat (10/7) petang lalu. Saat itu, sebuah tas kain berisi potongan tubuh wanita ditemukan dalam Bus Sumber Kencono nopol 7602-UN di Terminal Giwangan, Jogjakarta. Madenan, 45, kondektur bus tersebut, menemukan tas itu ketika bus dari Surabaya memasuki terminal Giwangan sebagai tempat tujuan terakhir. Beberapa hari kemudian, sisa tubuh yang dimutilasi ditemukan di Magetan. Potongan tubuh perempuan itu ditemukan warga di bawah Jembatan Mojosemi di Singolangu, Sarangan. Tubuh perempuan ini dipotong antara selangkangan kaki kanan dan kiri hingga di atas pusar. Belakangan dipastikan bahwa korban mutilasi ini adalah warga Dusun Ngrayung, Jombang, bernama Ayu Wulandari alias Wulan, 20. Hal ini sesuai keyakinan Sukini, 43, ibunda Wulan. Alasannya, pada wajah korban mutilasi ada tahi lalat di bawah hidung, yang identik dengan milik gadis yang juga mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan - Insan Cendikia Medika (Stikes Icme) Jombang tersebut. (Surya, 18/7). Beli Tas ‘Kresek’ Menurut Kapolda, setelah membunuh Wulan, keesokan harinya, Jumat (10/7) sekitar pukul 06.00 WIB, Gilang meninggalkan Hotel Pantes dan pergi ke Pasar Plaosan membeli enam buah tas kresek warna merah ukuran jumbo. Selanjutnya, tersangka kembali ke Hotel Pantes, dan keluar sekitar pukul 10.00 WIB. Anton menyebutkan, aksi sadis memotong tubuh korban menjadi sembilan bagian dilakukan di kamar mandi dalam kamar nomor tiga Hotel Pantes. Karena itulah di dalam kamar tak ditemukan bercak darah, kecuali beberapa tetes bercak darah di atas sprei di kamar hotel yang dipakai tidur oleh korban dan tersangka. "Setelah kami berkoordinasi dengan Polda Jogja, dan meyakini bahwa kasus mutilasi ini TKP dan korbannya asal Jawa Timur, jajaran Polres Magetan dan Polwil Madiun berhasil mengungkapkan kasus ini dan menemukan tersangkanya," tegas Kapolda. Secara terpisah, dua penjaga Hotel Pantes yang dimintai keterangan di Mapolres Magetan, Benny, 32, dan Mijan, 59, mengatakan bahwa Gilang dan Wulan masuk hotel pada Kamis (9/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Menurut Benny tak ada gelagat yang aneh dan mencurigakan terhadap dua orang yang memesan kamar nomor tiga tersebut. Adapun Gilang tak berkomentar apa pun saat Surya menanyakan tentang kekejamannya memutilasi Wulan. Dia diam saja ketika ditemui di sela pemeriksan polisi di Mapolres Magetan. Diwawancara terpisah, Humas Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Ponorogo, Edi Santoso, mengatakan bahwa Gilang Maulana adalah mahasiswa semester IV. Menurutnya, seperti mahasiswa Akper lain, Gilang pun menjalani tugas praktik di beberapa rumah sakit, sesuai dengan tugas dan pembagiannya masing-masing. Saat ini kebetulan Gilang Maulana ditempatkan di RSUD dr Hardjono, Kabupaten Ponorogo. "Gilang Maulana orangnya sama dengan mahasiswa lain. Biasa-biasa saja. Pendiam dan tak banyak bicara. Tak ada yang mencolok di diri Gilang Maulana," terangnya kepada Surya, Sabtu (18/7). Edi Santoso menambahkan, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan dari polisi mengenai penetapan status tersangka Gilang dalam kasus mutilasi. “Kami belum mendapatkan tembusan surat dari kepolisian," paparnya. Informasi lain menyebutkan, Gilang dikenal sebagai seorang pecinta seni dan kerap bermain seni reog. Dia menjadi salah satu pemain barong dalam kesenian reog. st14
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved