Hari Terakhir PSB Ricuh, Orangtua Siswa Blokade Sekolah
Mojokerto - Surya-Hari terakhir proses pendaftaran penerimaan siswa baru (PSB) tingkat SMP di Kabupaten Mojokerto diwarnai kericuhan, karena sebagian orangtua calon siswa menutup gerbang sekolah untuk menghalangi pendaftar baru masuk.
Mereka sengaja menggembok pintu gerbang sekolah karena khawatir anaknya akan tergeser oleh pendaftar baru di hari terakhir. Salah satu sekolah yang diblokade orangtua calon siswa adalah SMPN 2 Mojosari yang berada di Desa Modopuro. Akibatnya, jadwal pendaftaran yang mestinya berakhir pukul 12.00 WIB terpaksa molor hingga pukul 12.30 WIB.
Informasi di lapangan menyebutkan, tanda-tanda kericuhan sudah mulai terasa sejak pukul 10.00 WIB. Karena termasuk sekolah negeri yang cukup bagus, SMPN 2 Mojosari banyak diserbu calon siswa baru, bahkan ada yang berasal dari wilayah Kabupaten Sidoarjo.
“Tadi orangtua calon siswa yang tertahan di luar ada yang sampai lompat pagar. Saya berhasil masuk karena datangnya ke sini sangat pagi,” kata seorang perempuan ketika ditemui di halaman SMPN 2 Mojosari, Senin (6/7). Untungnya, kericuhan tersebut tak sampai berkembang menjadi bentrok fisik karena panitia PSB segera menghubungi polisi. Hingga pukul 12.30 WIB beberapa personel polisi terlihat masih mengamankan lokasi.
Seorang panitia PSB SMPN 2 Mojosari yang tak mau disebutkan identitasnya, mengakui jika ada orangtua calon siswa yang mengunci pintu pagar. Namun, dia menegaskan panitia PSB sama sekali tidak terlibat dan tidak ada kaitan dalam aksi tersebut. “Kami tetap melayani pendaftaran siswa baru sampai selesai. Mungkin itu dilakukan karena khawatir anaknya akan tergeser,” terangnya.
Hingga ditutupnya pendaftaran kemarin, jumlah pendaftar di SMPN 2 Mojosari mencapai 438 orang. Sedangkan pagunya hanya 224 (7 kelas), itu belum dikurangi jatah guru 9 orang, jatah desa setempat (bina lingkungan) 9 orang, siswa berprestasi 4 orang serta siswa yang tak naik kelas 7 orang. “Jadi, jumlah bangku yang diperebutkan tinggal 195,” imbuh panitia PSB itu.
Aksi penggembokan pintu pagar sekolah ternyata tidak hanya terjadi di SMPN 2 Mojosari. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, kasus tersebut ternyata juga terjadi di sejumlah tempat, di antaranya SMP 2 Kutorejo, SMPN 1 Ngoro, SMPN 1 Bangsal, SMPN 1 Gedeg dan SMPN Dawar Blandong.
Ketika dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto M Talqin dan Kasi Dikmenum Liyanto, tidak membantah jika di sejumlah sekolah ada aksi penggembokan pagar oleh para calon wali murid. Namun, menurut Talqin, sudah bisa diselasaikan dengan baik dan calon wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya telah didaftar semua.
Talqin menjelaskan, ke depan pihaknya akan mencari solusi agar masalah pemblokiran pagar oleh calon wali murid tidak terjadi lagi. Untuk itu pihak sekolah harus koordinasi dengan pihak desa maupun kecamatan untuk menentukan jatah desa sebagai bagian dari bina lingkungan. dos
caption:
Suasana SMPN 2 Mojosari setelah aksi pentupan pintu pagar sekolah.
KOMENTAR