Ratusan Mahasiswa BEM Malang Raya Demo di DPRD, Kritik Program Pemerintah
Ratusan mahasiswa Aliansi BEM Malang Raya demo di DPRD Kota Malang protes Makan Bergizi Gratis, PPN 12 persen & peran TNI di lembaga sipil
Penulis: Benni Indo | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Ratusan mahasiswa BEM Malang Raya menggelar aksi mengenakan pakaian serba hitam di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur.
- Massa menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis dan mengkritik keterlibatan TNI/Polri di lembaga sipil serta kenaikan PPN 12 persen.
- Petugas kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Tugu Malang dengan penjagaan barisan Polwan di depan massa.
SURYA.CO.ID, MALANG - Ratusan mahasiswa kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang ,Jawa Timu (Jatim), Rabu (17/6/2026).
Massa yang mengenakan pakaian serba hitam tersebut terpantau mulai memadati lokasi sejak pukul 13.15 WIB.
Para pengunjuk rasa ini mengatasnamakan diri dari Aliansi BEM Malang Raya.
Akibat adanya massa yang berkumpul, petugas kepolisian langsung melakukan rekayasa arus lalu lintas di jalur lingkar Tugu Malang.
Tuntutan Mahasiswa dan Orasi Kritis
Satu per satu orator naik ke panggung orasi untuk membakar semangat para pendemo.
Mereka menyuarakan narasi kritis terhadap jalannya berbagai program yang sedang diselenggarakan oleh pihak pemerintah.
Beberapa poin utama yang dibawa oleh massa dalam aksi kali ini antara lain:
- Penghentian program Makan Bergizi Gratis yang dinilai bermasalah.
- Evaluasi fungsi Polri dan TNI agar tidak merambah ke lembaga sipil.
- Protes terhadap rencana kenaikan PPN 12 persen.
- Kritik terhadap integritas kepemimpinan nasional.
Kekecewaan massa juga dituangkan melalui spanduk yang dipasang di pagar gedung DPRD Kota Malang.
Tulisan pada spanduk tersebut di antaranya PPN 12 persen, Moral Prabowo 0 persen, Menjerit Indonesiaku, hingga APBN: Anggaran Penyelewengan Besar Negara.
Kritik Terhadap Peran TNI dan Pengamanan Lokasi
Dalam orasinya, salah satu perwakilan mahasiswa menyoroti keterlibatan personel militer dalam sektor-sektor yang dianggap bukan ranahnya.
"Hari ini, TNI pun mengurus toko," teriak orator dari atas panggung orasi pada Rabu (17/6/2026).
Di lokasi kejadian, jumlah aparat kepolisian yang berjaga terlihat lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah massa pendemo.
Barisan Polwan nampak ditempatkan di garis terdepan untuk berhadapan langsung dengan para mahasiswa.
Hingga berita ini ditulis, aksi massa dari BEM Malang Raya tersebut terpantau masih terus berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Malang.
Kondisi di lapangan tetap berjalan dengan pengawasan petugas keamanan.
| MPM Honda Jatim Raih Penghargaan Lingkungan Lewat Daur Ulang Limbah Kertas |
|
|---|
| Tawuran Perguruan Silat di Kalijudan Surabaya, Polisi Buru Pelaku |
|
|---|
| Reza Arya Antusias Gabung Persebaya, Siap Berjuang demi Ambisi Besar Bajol Ijo |
|
|---|
| SMAN 1 Manyar Tembus Semifinal TPAAF 2026 Usai Tekuk SMA Muh 8 |
|
|---|
| Unair Selidiki Video Dugaan Asusila Mahasiswa di Ruang Kuliah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mahasiswa-demo-di-depan-DPRD-Kota-Malang-Jatim-17062026.jpg)