Selasa, 9 Juni 2026

Jember Jadi Lumbung Padi Terbesar di Kawasan Tapal Kuda Jatim

Kabupaten Jember kokoh sebagai penghasil padi terbesar di kawasan Tapal Kuda, Jatim, dengan proyeksi produksi yang terus meningkat.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Diskominfo Jember
BANTUAN ALAT PERTANIAN - Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyerahkan bantuan alat pertanian combine harvester kepada kelompok tani di Kabupaten Jember pada Sabtu (6/6/2026). Jember kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah penghasil padi terbesar di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. 
Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Jember resmi menjadi daerah penghasil padi terbesar di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur (Jatim), dengan capaian produksi beras mencapai 446.097 ton pada periode Januari-Juli 2026.
  • Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi kinerja sektor pertanian yang didukung oleh program strategis seperti optimalisasi lahan, perbaikan irigasi,dan bantuan pemerintah pusat senilai Rp312 miliar.
  • Peningkatan produktivitas ini diperkuat dengan penambahan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kabupaten Jember kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah penghasil padi terbesar di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur (Jatim).

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Jember mencatatkan produksi beras sebesar 446.097 ton untuk periode Januari hingga Juli 2026.

Capaian ini menempatkan Jember sebagai pemimpin produktivitas beras di kawasan Tapal Kuda.

Secara keseluruhan, Jawa Timur sendiri mencatatkan potensi produksi yang menjanjikan dengan proyeksi 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat signifikan sebesar 5,49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Upaya Pemerintah Jember Menguatkan Sektor Pertanian

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyatakan bahwa peningkatan produksi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak. 

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, petani, Perum Bulog, TNI dan Polri menjadi kunci keberhasilan serapan gabah di lapangan.

"Tentu ini hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian," ujar Gus Fawait, Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan, bahwa tren positif ini menjadi modal penting untuk terus mendorong kemajuan pertanian Jember di masa depan.

Strategi dan Program Prioritas Pertanian

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menerapkan berbagai langkah strategis guna memastikan produktivitas tetap terjaga. Beberapa program yang dijalankan meliputi:

  • Optimalisasi Lahan (Oplah): Pemanfaatan lahan secara maksimal untuk meningkatkan hasil panen.
  • Modernisasi Infrastruktur: Perbaikan sistem irigasi dan program pompanisasi untuk mendukung pengairan lahan.
  • Pengawasan Distribusi: Instruksi ketat kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) untuk mengawal distribusi pupuk subsidi tepat sasaran.
  • Dukungan Anggaran: Penyaluran bantuan pusat senilai Rp312 miliar dalam bentuk alat mesin pertanian, benih dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Selain program teknis, Jember juga berhasil menjaga keberlanjutan sektor pertanian dengan menambah luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebanyak 373,59 hektare pada tahun 2025.

Langkah tersebut memastikan, bahwa alih fungsi lahan dapat ditekan demi menjamin ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Dengan dukungan infrastruktur yang masif dan pengawasan distribusi sarana produksi yang ketat, Kabupaten Jember optimistis dapat terus berkontribusi besar sebagai lumbung pangan utama bagi Jawa Timur.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved