Rabu, 10 Juni 2026

Dampak Rupiah Melemah

Harga Daging Sapi di Kediri Stabil, Tapi Pedagang Keluhkan Daya Beli

Harga daging sapi di Pasar Setono Betek Kediri Jatim stabil di Rp120 ribu per kg, tapi pedagang keluhkan penurunan daya beli masyarakat .

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Luthfi Husnika
HARGA DAGING SAPI - Supartini, warga Mojoroto Kota Kediri, Jawa Timur, sekaligus pedagang daging sapi saat ditemui di Pasar Setono Betek, Selasa (9/6/2026). Ia mengatakan harga daging sapi saat ini masih berkisar di Rp120 ribu per kilogram, namun jumlah pembeli cenderung berkurang drastis.. 

Ringkasan Berita:
  • Harga daging sapi di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim), saat ini stabil di angka Rp120 ribu per kilogram namun pola belanja konsumen mulai berubah.
  • Penjualan daging sangat bergantung pada musim hajatan warga serta pesanan rutin dari pelaku usaha kuliner dan program pemerintah (SPPG).
  • Pedagang mengkhawatirkan penurunan daya beli masyarakat dan potensi kenaikan harga sapi hidup yang dapat mengganggu stabilitas pasar.

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kondisi daya beli masyarakat menjadi perhatian utama para pedagang daging sapi di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim).

Meski harga daging sapi saat ini terpantau stabil di angka Rp120 ribu per kilogram (kg), pedagang mulai merasakan perubahan pola belanja konsumen yang cenderung lebih selektif.

Supartini, seorang pedagang daging sapi yang telah berjualan selama belasan tahun di Pasar Setono Betek, mengungkapkan bahwa aktivitas perdagangan sangat dipengaruhi oleh momentum tertentu.

Menurutnya, musim hajatan menjadi penentu utama lonjakan permintaan daging di tingkat pasar.

Faktor Pendorong Penjualan Daging Sapi

Dalam keterangannya pada Selasa (9/6/2026), Supartini menjelaskan bahwa ketika tidak ada acara besar atau hajatan, jumlah pembeli cenderung berkurang drastis.

Namun, saat musim hajatan tiba, permintaan dapat melonjak signifikan.

Selain masyarakat umum yang menggelar hajatan, stabilitas penjualan daging Supartini juga ditopang oleh pelanggan tetap, yakni:

  • Pelaku Usaha Kuliner: Penjual bakso dan soto yang melakukan pembelian rutin setiap hari.
  • Sektor Layanan Publik: Adanya tambahan pesanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Saat kondisi ramai, Supartini mengaku mampu menjual hingga 600 kg daging sapi per hari. Untuk melayani pelanggan, ia memulai aktivitasnya sejak pukul 02.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Kekhawatiran Terhadap Daya Beli dan Isu Harga

Meski permintaan masih ada, Supartini mengamati adanya penurunan daya beli masyarakat.

Ia menduga ,kondisi ekonomi saat ini membuat konsumen lebih berhitung dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

"Harapan saya harga daging turun supaya pembeli rumah tangga semakin banyak. Tapi sekarang malah ada isu harga sapi hidup akan naik," ujar Supartini.

Ia menambahkan, bahwa jika harga sapi hidup naik, maka harga jual daging di tingkat pedagang otomatis akan ikut terkerek.

Senada dengan pedagang, Anis, seorang pembeli yang memenuhi kebutuhan katering rumah sakit, juga berharap harga tetap stabil.

Menurutnya, kenaikan harga daging akan sangat membebani biaya operasional katering yang membutuhkan suplai daging dalam jumlah besar setiap harinya.

Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, para pedagang di Pasar Setono Betek mengaku belum merasakan dampak langsung secara signifikan.

Namun, mereka tetap mewaspadai dinamika harga sapi di tingkat peternak yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha mereka di masa mendatang.

Secara keseluruhan, stabilitas harga daging sapi di Kediri sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan sapi hidup di pasar.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved