Dampak Rupiah Melemah
Daftar Harga Bahan Pokok yang Naik di Pasar Pon Jombang
Harga sejumlah kebutuhan dapur melonjak tajam, mulai dari bawang, minyak goreng, hingga sayuran.
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Jombang melonjak tajam dalam sepekan terakhir
- Kenaikan harga mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit yang menembus angka Rp90.000 per kilogram
- Stok minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai sulit diperoleh dan mengalami kenaikan harga
- Pedagang dan pembeli di Pasar Pon mengeluhkan penurunan daya beli akibat ketidakstabilan harga
SURYA.co.id, JOMBANG – Sepekan terakhir, pasar tradisional di Kabupaten Jombang diramaikan keluhan pedagang dan pembeli.
Harga sejumlah kebutuhan dapur melonjak tajam, mulai dari bawang, minyak goreng, hingga sayuran.
Pantauan di Pasar Pon Jombang menunjukkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
- Bawang putih naik dari Rp 27 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
- Bawang merah ikut merangkak dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
- Minyak goreng bersubsidi merek Minyak Kita juga sulit diperoleh, harganya naik dari Rp 38 ribu menjadi Rp 42 ribu per dua liter.
- Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit yang menembus Rp 90 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 75 ribu.
- Buncis naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 16 ribu,
- Wortel melonjak dari Rp 10 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram.
Suara Pedagang
Sumaiyah, pedagang di Pasar Pon, mengaku aktivitas jual beli ikut terdampak.
"Beberapa kebutuhan dapur naik hampir bersamaan. Pembeli sekarang lebih banyak mengurangi belanja karena harga yang dirasa cukup tinggi," ujarnya saat ditemui SURYa.co.id, Selasa (9/6/2026).
Suara Warga
Putri Ayu Rosdiana, warga Jombang, juga merasakan dampaknya.
Baca juga: Dampak Rupiah Loyo: Harga Sembako di Lumajang Mulai Merangkak Naik
"Kalau harga naik seperti sekarang, biasanya saya mengurangi jumlah pembelian dan memilih kebutuhan yang benar-benar diperlukan terlebih dahulu," katanya kepada SURYA.co.id.
Harapan Stabilitas
Hingga kini pedagang belum mengetahui penyebab pasti kenaikan harga.
Mereka berharap harga segera stabil agar daya beli masyarakat tidak terus menurun dan aktivitas perdagangan tetap berjalan normal.
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE
| Dampak Rupiah Loyo: Harga Sembako di Lumajang Mulai Merangkak Naik |
|
|---|
| Dolar dan Avtur Melonjak, Biaya Umrah di Lamongan Naik Hingga Rp 3 Juta |
|
|---|
| Harga Bawang Putih di Kota Blitar Naik Drastis Akibat Pelemahan Rupiah |
|
|---|
| Rupiah Melemah, Pengusaha Desak Tarif Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Naik |
|
|---|
| Harga Bawang Putih di Madiun Melonjak Hingga Rp 34.000 Per Kilogram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Harga-sejumlah-kebutuhan-dapur-melonjak-tajam.jpg)