Kamis, 16 April 2026

Berita Viral

Aksi Relawan MBG Joget di Dapur SPPG Berbuntut Panjang, Sanksi Menanti

Video viral relawan joget di dapur SPPG Cendikia Waskita Sumenep menuai sorotan. Aksi tersebut dinilai melanggar SOP dan berpotensi sanksi.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Pipit Maulidya
Istimewa
MBG - Foto Makan Begizi Gratis (MBG). Viral aksi joget relawan MBG di dapur SPPG Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berbuntut panjang, kini terancam dapat sanksi. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi joget dan sawer relawan di dapur program MBG dinilai melanggar SOP dan tidak etis di area produksi makanan.
  • Koorwil SPPG Sumenep meminta relawan dipanggil, ditegur, dan diberikan pembinaan agar kejadian tidak terulang.
  • Kasus telah dilaporkan ke BGN Jawa Timur, dengan kemungkinan sanksi lebih berat seperti suspensi menunggu keputusan pusat.

 

SURYA.CO.ID - Video viral yang memperlihatkan aksi joget dan sawer sejumlah relawan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cendikia Waskita, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Insiden yang terjadi di area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dinilai tidak etis karena mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat di lingkungan produksi makanan.

Koordinator Wilayah (Koorwil) SPPG Sumenep telah mengambil tindakan tegas atas pelanggaran prosedur tersebut.

Baca juga: Ingin Jadi Pegawai Negeri, 9 Orang di Gresik Kena Tipu SK ASN Palsu dengan Harga Ratusan Juta

Pelanggaran Berat Terhadap SOP Dapur

Koorwil SPPG Sumenep, Moh. Kholilur Rahman Hidayatullah, menegaskan bahwa area dapur memiliki fungsi khusus yang tidak boleh disalahgunakan untuk aktivitas hiburan.

"Perbuatan itu jelas keliru. Relawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di luar ketentuan, baik saat jam kerja maupun setelahnya. Itu tetap melanggar SOP," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Pria yang akrab disapa Bayor tersebut menambahkan bahwa faktor kebersihan dan profesionalisme adalah prioritas utama di lingkungan SPPG.

"SPPG itu tempat produksi makanan. Kalau ingin hiburan, seharusnya dilakukan di luar, bukan di dapur," tegasnya.

Koordinasi dan Langkah Pembinaan

Menanggapi kegaduhan di media sosial, Koorwil segera berkoordinasi dengan pihak pengelola SPPG Cendikia Waskita.

Relawan yang terlibat dalam video tersebut diminta untuk segera diproses secara administratif.

"Kami sudah menghubungi kepala SPPG dan mitranya. Kami minta relawan yang bersangkutan dipanggil dan diberi teguran serta edukasi agar kejadian serupa tidak terulang," jelas Bayor.

Laporan Resmi ke Badan Gizi Nasional (BGN)

Kasus ini tidak berhenti pada teguran internal saja.

Koorwil telah meneruskan laporan ini ke tingkat provinsi untuk menentukan langkah hukum atau sanksi organisasi yang lebih berat.

Pihak Koorwil telah mengirim laporan ke Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Timur.

Adapun sanski menunggu keputusan pusat terkait kemungkinan suspensi relawan.

"Laporan sudah kami kirim. Untuk sanksi seperti suspensi, kami masih menunggu keputusan dari pimpinan," tambah Bayor.

Hingga saat ini, Kepala SPPG Cendikia Waskita, Arbian Revaldo, belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi melalui sambungan telepon.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved