Rabu, 22 April 2026

Seminggu, Kemacetan Parah Ketapang Terurai, Jalur Situbondo-Banyuwangi Lancar 

Kemacetan di Ketapang akhirnya terurai, lalu lintas kembali lancar setelah sempat macet panjang

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Aflahul Abidin
NASI BUNGKUS - Petugas kepolisian membagikan nasi bungkus kepada para sopir logistik yang masih tersisa di kantong parkir, Minggu (5/4/2026). Lalu lintas di Ketapang telah lancar. 

Ringkasan Berita:
  • Kemacetan Ketapang terurai setelah terjadi selama sepekan 
  • Lalu lintas kini lancar, antrean kendaraan mulai berkurang 
  • Sopir minta perbaikan infrastruktur agar macet tak terulang

 

SURYA.CO.ID BANYUWANGI - Kemacatan di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang telah terurai. Lalu lintas di jalan nasional Situbondo-Banyuwangi itu telah lancar.

Kemacatan di Pelabuhan Ketapang sebelumnya terjadi selama sepakan sejak 28 Maret lalu. Kemacatan akhirnya terurai sejak Sabtu (4/4/2026) dan tetap lancar hingga Minggu (5/4/2026).

Pantauan Minggu, kendaraan-kendaraan yang melintas di jalan utama bisa leluasa. Volume kendaraan besar di kantong-kantong parkir yang disediakan juga sudah mulai berkurang.

Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) Slamet Barokah mengatakan, jalur utama telah lancar. Pihaknya juga telah memastikan antrean di masuk pelabuhan juga tak terhambat.

"Kami sudah memastikan bahwasannya antrean kemacetan yang terjadi saat ini benar-benar sudah clear, sudah terurai. Sehingga para sopir truk logistik sudah mendapat kenyamanan," kata Slamet.

Baca juga: Antisipasi Titik Rawan Macet Saat Long Weekend Paskah di Kota Batu, Polisi Siaga

Slamet berterima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas dalam mengurai kemacetan yang berlangsung selama sepekan. Apalagi, sopir truk merupakan salah satu pihak yang paling terdampak atas kecamatan akstrem yang sempat mengekor hingga 15 km.

Benahi Sarana Prasarana dan Infrastruktur Di Pelabuhan Ketapang

Di sisi lain, Slamet meminta pemerintah pusat untuk membenahi sarana-prasarana serta infrastruktur di Pelabuhan Ketapang. Sehingga kemacetan-kemacetan serupa tak terulang pada moment-moment tinggi menumpang ke depan.

"Tolong negara hadir untuk ini, karena ini untuk kemaslahatan bagi masyarakat luas," ujar Slamet.

Farid Hidayat, pengurus ASLI, mengatakan, kemacetan di Pelabuhan Ketapang dipicu oleh tingginya jumlah kendaraan yang hendak di Bali. Hal tersebut ditambah fasilitas penyebrangan di pelabuhan yang kurang.

"Yang kami harapkan di sini, dalam pandangan kami sebagai pengemudi di lapangan, kami mengharapkan pemerintah hadir di masalah ini," kata dia.

Baca juga: Urai Kemacetan Ketapang Banyuwangi, Operasional Dermaga Kendaraan Penumpang dan Logistik Dipisah

Terlebih, kemacatan di Pelabuhan Ketapang tak hanya terjadi saat Lebaran 2026. Beberapa kali, salah satu penyebrangan terpadat di Indonesia itu diterpa kemacetan. Terutama saat libur panjang.

"Jika ini tidak dievaluasi, ke depan akan mengalami kemacetan yang lebih parah, karena memang tingginya intensitas kendaraan logistik," tambah dia.

Di beberapa kantong parkir, petugas kepolisian berkeliling untuk memastikan arus kendaraan dapat menyebrang secara lancar. Mereka juga membagikan nasi bungkus dan menuman untuk para sopir.

"Kami dari perkumpulan asosiasi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang berada di lapangan selama kemacatan," ujarnya.

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved