Rabu, 8 April 2026

PMK di Kediri Melandai: 245 Sapi Sembuh, Target Nol Kasus Akhir April 2026

Kasus PMK di Kabupaten Kediri menurun pasca Lebaran 2026. Sebanyak 245 ekor sapi sembuh, pemerintah targetkan nol kasus pada akhir April.

Penulis: Isya Anshori | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 245 dari total 253 sapi yang terpapar PMK di Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), dinyatakan sembuh pasca Lebaran 2026.
  • DKPP Kabupaten Kediri menargetkan status nol kasus untuk PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) pada akhir April 2026.
  • Peternak dihimbau tetap waspada dan disiplin menjaga kebersihan kandang guna menghindari risiko penularan susulan.

 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Tren kesembuhan hewan ternak dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), menunjukkan progres signifikan pasca-Lebaran 2026. Mayoritas sapi yang sebelumnya terpapar, kini dilaporkan telah pulih total.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengungkapkan data terbaru hingga Rabu (1/4/2026). Sebanyak 245 ekor sapi dinyatakan sembuh, dari total akumulasi 253 kasus.

"Alhamdulillah, dari total 253 kasus PMK yang masuk dalam catatan kami, sebanyak 245 ekor sudah berhasil sembuh," ujar Tutik saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Sabtu (4/4/2026).

Rincian Sebaran Kasus dan Angka Kematian

Berdasarkan data DKPP Kediri, tingkat kesembuhan di beberapa kecamatan mencapai angka yang menggembirakan. Berikut adalah rincian data sebaran kasus di wilayah terdampak:

  • Kecamatan Ngancar: 65 kasus (63 sembuh, 2 mati).
  • Kecamatan Tarokan: 84 kasus (78 sembuh, 1 mati, sisanya dalam pemulihan).
  • Kecamatan Ringinrejo: 32 kasus (seluruhnya 100 persen sembuh).
  • Wilayah Lain: Plemahan (14 kasus), Purwoasri (8 kasus), dan Badas (9 kasus) juga mencatat kesembuhan total.

Saat ini, tim medis veteriner masih memantau dua ekor sapi yang masih dalam kondisi sakit.

Sementara itu, total kematian akibat wabah ini tercatat sebanyak dua ekor selama periode tersebut.

Target Zero Case PMK dan LSD di Akhir April

DKPP Kediri tidak hanya fokus pada penanganan PMK, tetapi juga mewaspadai ancaman Lumpy Skin Disease (LSD) yang kerap menyerang kulit sapi. Pemerintah daerah optimis dapat mengendalikan kedua wabah ini dalam waktu dekat.

"Target kami pada akhir April 2026 nanti, Kabupaten Kediri bisa mencapai nol kasus (zero case), baik untuk PMK maupun LSD," tegas Tutik.

Strategi yang diterapkan meliputi pengawasan ketat lalu lintas ternak dan intensifikasi pemberian vitamin.

Keberhasilan ini, disebut sebagai hasil kerja keras petugas kesehatan hewan yang melakukan penanganan medis secara rutin serta edukasi masif kepada para peternak di lapangan.

Mengenal PMK dan Gejalanya

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular pada hewan berkuku belah. Berdasarkan protokol kesehatan hewan nasional, ciri-ciri umum yang harus diwaspadai peternak meliputi:

  • Pembentukan lepuh (vesikel) di sekitar mulut, lidah, dan gusi.
  • Luka pada bagian kuku yang menyebabkan pincang atau ternak enggan berdiri.
  • Demam tinggi dan penurunan nafsu makan secara drastis pada sapi.
  • Air liur yang berlebihan (hipersalivasi) dan berbusa.

Pemerintah terus mengimbau agar peternak melakukan karantina mandiri jika menemukan gejala awal, dan segera menghubungi petugas penyuluh peternakan terdekat untuk tindakan medis.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved