Komplikasi Persalinan Jadi Penyebab Utama 10 Kasus Kematian Ibu di Jember
10 ibu meninggal saat melahirkan di Jember, nakes dikerahkan untuk pendampingan risiko tinggi.
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Jember catat 10 kematian ibu saat melahirkan Jan–Mar 2026.
- Komplikasi persalinan dan penyakit penyerta jadi penyebab utama AKI.
- 1.200 nakes dampingi ibu hamil berisiko untuk turunkan AKI & AKB.
SURYA.CO.ID, JEMBER- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Jember, Jawa Timur mencatat ada 10 kasus Kematian ibu saat melahirkan selama 2026.
Jumlah tersebut akumulasi kasus angka kematian ibu (AKI) di Jember mulai Januari hingga Maret 2026, yang tersebar di beberapa kecamatan.
"Data yang kami terima pada Januari sebanyak tiga kasus, Februari lima kasus, dan Maret sebanyak dua kasus," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Dinkes P2KB Jember, Gini Wuryandari, Senin (31/3/2026).
Menurutnya, hal ini disebabkan banyak faktor, satu diantarnya karena kompilasi obstetri dan pendarahan saat ibu melakukan persalinan.
"Komplikasi obstetri meliputi perdarahan saat persalinan, pascapersalinan, hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia/eklampsia) dan memiliki penyakit penyerta," kata Gini.
Baca juga: Aksi Heroik Driver Taksi Online di Surabaya Bantu Ibu Melahirkan, Ternyata Dokter Spesialis
Sebaran angkat kematian ibu tersebut diantarnya, lanjut Gini, di wilayah Puskesmas Gumukmas, Puskesmas Ledokombo, Puskesmas Mumbulsari, Puskesmas Silo 1 dan Puskesmas Puger.
"Puskesmas Gladakpakem di Kecamatan Sumbersari, Puskesmas Ajung di Kecamatan Ajung, dan Puskesmas Sukorejo di Kecamatan Bangsalsari," imbuhnya.
Penyebab Terbanyak Ibu Meninggal Saat Melahirkan
Gini mengungkapkan, sebagian besar ibu yang meninggal saat melahirkan tersebut ketika dalam proses persalinan di rumah sakit.
"Sedangkan yang meninggal di puskesmas hanya 1 kasus, yakni di Puskesmas Puger," tuturnya.
Berdasarkan data Dinkes P2KB Jember, Gini mengungkapkan pada 2024, jumlah Angka kematian ibu (AKI) sebanyak 43 kasus.
Baca juga: Imbas ibu Hamil Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua, Menkes Perketat Pengawasan dan Pelatihan
"Pada 2025, mengalami penurunan pada yakni 27 kasus. Diharapkan terus menurun angka kematian ibu pada tahun 2026," bebernya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan P2KB Jember M. Zamroni mengaku telah menurunkan 1.200 tenaga kesehatan untuk menekan menekan AKI dan angka kematian bayi (AKB).
"Tenaga kesehatan, penyuluh kesehatan, camat, dokter hingga kader posyandu dilibatkan untukbahu-membahu menuntaskan persoalan stunting, kematian ibu, dan kematian bayi di Jember," tambahnya.
Ribuan nakes itu, kata Zamroni akan melakukan pendampingan terhadap ibu hamil yang memiliki risiko tinggi, agar mereka bisa melakukan persalinan dengan selamat.
"Kami sudah bergerak, sehingga program itu diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Jember," ucapnya.
komplikasi persalinan
kasus ibu meninggal
Angka kematian ibu (AKI)
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Meaningful
| Dari Kaki Gunung Raung, Dendy Bangun Mimpi untuk Bondowoso |
|
|---|
| Sosok Andri Mulyono Tersangka Korupsi MBG yang Diduga Mark Up Harga Motor Listrik, Ini Siasatnya |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut Pasutri di Proyek Box Culvert Margorejo Surabaya |
|
|---|
| Debat dengan Mahasiswa saat Demo 12 Juni 2026 di Jakarta, Inilah Rekam Jejak AKBP Adri Desas |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 13 Juni 2026: Siang Hujan Ringan, Suhu Capai 33 Derajat Celsius |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/angka-kematian-ibu-jember.jpg)