Sabtu, 11 April 2026

Soal Pohon Tumbang, DPRD Jatim Minta Ada Jaminan Keselamatan di Jalan 

DPRD Jatim soroti korban pohon tumbang, minta jaminan keselamatan dan mitigasi di jalan raya.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
NGOBROL BARENG DEWAN - Anggota Komisi D DPRD Jatim Diana AV Sasa saat berbincang dalam serial Ngobrol Bareng Dewan Podcast DPRD Jatim, belum lama ini. Foto : YouTube Harian Surya  

Ringkasan Berita:
  • DPRD Jatim soroti korban pohon tumbang di jalan raya. 
  • Minta mitigasi dan perawatan pohon lebih intensif. 
  • Dorong skema kompensasi bagi korban kecelakaan. 
 
 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Banyaknya pengendara motor yang menjadi korban tumbangnya pohon di jalan raya, mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Jatim Diana AV Sasa.

Anggota Komisi D tersebut mendesak agar hal ini menjadi atensi pemerintah, termasuk memikirkan skema kompensasi apabila ada korban. 

Apalagi, kejadian semacam ini sampai menimbulkan korban jiwa. Sebagai informasi, beberapa waktu lalu ada peristiwa satu keluarga yang tengah berkendara di jalur Magetan-Ngawi tertimpa pohon hingga menyebabkan seorang anak meninggal dunia dan orang tuanya luka-luka. 

Peristiwa semacam ini tak boleh lagi terulang. "Saya pikir dalam banyak kasus akhir-akhir ini yang terjadi masih lempar-lemparan. Oh ini ini tanggung jawab siapa gitu," kata Sasa saat berbincang dalam serial Podcast Ngobrol Bareng Dewan yang berlangsung di Magetan belum lama ini, sebagaimana dikutip Jumat (27/3/2026). 

Selama ini, Sasa yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan ini termasuk dewan yang vokal menyuarakan urusan ini. 

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Honda Brio yang Melintas di Jalur Nasional Sukodadi–Lamongan

Diantaranya, menyampaikan peristiwa kecelakaan di Magetan itu dalam forum Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri berbagai stakeholder terkait di Komisi D DPRD Jatim beberapa waktu lalu. 

Sasa mengamati, dalam banyak peristiwa pengendara tertimpa pohon, terkesan saling lempar tanggung jawab dan terlalu birokratis. 

Untuk urusan kompensasi atau santunan misalnya, ia mendapati belum ada skema yang mengcover. Sebab, peristiwa semacam ini dianggap kecelakaan tunggal yang tidak bisa dicover oleh Jasa Raharja. 

Sasa memahami bahwa masing-masing instansi memiliki kewenangan tersendiri. Misalnya, untuk urusan jalan, pohon dan infrastrukturnya menjadi urusan sendiri.  

Namun, melihat banyaknya kejadian yang menimpa pengendara sehingga Sasa mendorong agar hal ini dilakukan pembahasan bersama. 

Baca juga: Hujan Angin Kencang Terjang Blitar: Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah

"Saya rasa ini perlu dipikir, perlu duduk bersama," jelas legislator berlatar belakang aktivis ini, dalam podcast yang dipandu oleh Jurnalis Senior Harian Surya, Mujib Anwar. 

Perlu Mitigasi

Sasa mengakui ia kerap mendapat aspirasi terkait keselamatan di jalan raya ini. Masyarakat harus terjamin keselamatannya ketika berkendara. 

Utamanya, pada saat musim tertentu dimana terjadi potensi cuaca ekstrem. Maka pemerintah harus melakukan mitigasi. Pemeliharaan maupun pemangkasan pohon harus intensif. 

"Menurut saya jalan raya itu adalah ruang hidup. Maka menjadi hak masyarakat, menjadi haknya rakyat untuk mendapatkan jaminan keamanan di jalan raya. Pemerintah tidak perlu menunggu kecelakaan terjadi baru kemudian memberikan perhatian," tambah Sasa. 

Dalam pandangan Sasa, kecelakaan jangan selalu dianggap sebagai urusan takdir semata. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan sistem yang menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat termasuk saat berkendara di jalan raya. Jangan sampai kejadian berulang. 

"Memastikan masyarakat aman di jalan raya dengan kebijakan yang kita buat melalui infrastruktur yang baik, melalui pelayanan ke kesehatan, keamanan, Call center yang baik untuk masyarakat sehingga di jalan raya mereka tidak khawatir," tandasnya. 

 

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved