Kamis, 14 Mei 2026

Banjir di Jalan Sukodadi–Karanggeneng Lamongan Mulai Surut, Pengendara Tak Perlu Putar Jauh

Banjir di ruas jalan provinsi Sukodadi–Karanggeneng, Lamongan, mulai surut. Namun, BPBD mencatat masih ada 44 desa yang tergenang

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Hanif Manshuri
BANJIR DI JALAN PROVINSI SURUT. Banjir yang menggenangi Jalan Provinsi Sukodadi- Karanggeneng, tepatnya di Simo Sungelebak dan Kendal Kemlagi surut. Pengguna jalan tidak perlu cari jalan alternatif, Kamis (19/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di jalan Sukodadi–Karanggeneng mulai surut, kini tersisa genangan sekitar 200 meter dengan tinggi kurang lebih 10 cm di Kendalkemlagi.
  • Surutnya banjir dipengaruhi turunnya debit Bengawan Jero, rendahnya curah hujan, serta lancarnya aliran air melalui Sluis Kuro.
  • Meski berangsur membaik, banjir masih menggenangi 44 desa di lima kecamatan dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

 

SURYA.co.id LAMONGAN - Banjir yang sempat menggenangi ruas jalan provinsi Sukodadi–Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai berangsur surut. 

Kini, genangan air hanya tersisa di sepanjang sekitar 200 meter di wilayah Kendalkemlagi dengan ketinggian rata-rata 10 sentimeter.

Sementara itu, di titik lain seperti di Simo Sungelebak, tepatnya di depan Ponpes Matholiul Anwar, kondisi jalan sudah terbebas dari genangan air.

"Mulai tiga hari lalu sudah surut, " kata seorang  pengemudi Bus Trans Jatim kepada SURYA, Kamis (19/3/2026).

Baca juga: Pamit ke Sawah Tak Kunjung Pulang, Kakek di Srirande Lamongan Ditemukan Tak Bernyawa

Dengan surutnya banjir tersebut, pengguna jalan baik sepeda motor maupun mobil kecil kini tidak perlu  memanfaatkan jalur alternatif yang sebelumnya  ditempuh oleh sebagian pengguna jalan hingga sekitar satu jam perjalanan.

Surutnya genangan di sepanjang jalan provinsi, khususnya di Kendalkemlagi dan Simo Sungelebak, dipastikan akibat berkurangnya debit banjir di kawasan Bengawan Jero.

Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya intensitas hujan di wilayah Lamongan dalam tiga hari terakhir.

Selain itu, air di saluran Kuro dalam lima hari terakhir juga dapat dialirkan keluar tanpa bantuan pompa melalui Sluis Kuro. Hal ini terjadi karena ketinggian air di Kuro luar lebih rendah, sehingga sejak pintu air dibuka, aliran air dapat mengalir deras ke luar.

Berkurangnya genangan juga seiring dengan tidak turunnya hujan di sejumlah wilayah Lamongan, termasuk kawasan Lamongan selatan. Di sisi lain, ketinggian air Bengawan Solo juga dilaporkan ikut mengalami penurunan.

Meski demikian, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Mohammad Na’im, menyebut banjir belum sepenuhnya surut.

“Memang banjir surut, tapi belum sepenuhnya 44 desa itu terbebas dari banjir,” ujar Na’im saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, banjir saat ini masih menggenangi 44 desa yang tersebar di lima kecamatan. Terkait total kerugian akibat banjir yang telah berlangsung sekitar empat bulan, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci.

“Kalau puluhan miliar ada,” tambahnya.

Na’im menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya mencari solusi agar banjir segera teratasi. Salah satu langkah yang telah diusulkan adalah modifikasi cuaca kepada BMKG Provinsi Jawa Timur guna mengurangi potensi hujan di wilayah tersebut.

Warga pun berharap kondisi ini terus membaik, sehingga dapat menjalani perayaan Idul Fitri dengan aman dan nyaman tanpa ancaman banjir.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved