Ramadan 2026
Program Jemput Santri Gratis Pemkab Gresik, Siap Datangi berbagai Ponpes untuk Pulang Kampung
Santri asal Kabupaten Gresik yang sedang mondok di sejumlah daerah bisa pulang kampung atau mudik dengan dijemput gratis.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Pemkab Gresik memfasilitasi layanan antar jemput gratis bagi para santri asal Kabupaten Gresik yang akan pulang kampung selama ramadhan.
- Santri asal Kabupaten Gresik yang sedang mondok di sejumlah daerah bisa pulang kampung atau mudik dengan dijemput gratis.
- Program Dishub Kabupaten Gresik ini sudah berjalan mulai dari 29 Januari 2026 dan rencananya berlangsung hingga mendekati H-3 atau H-5 lebaran.
SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemkab Gresik memfasilitasi layanan antar jemput gratis bagi para santri asal Kabupaten Gresik yang akan pulang kampung selama ramadhan.
Santri asal Kabupaten Gresik yang sedang mondok di sejumlah daerah bisa pulang kampung atau mudik dengan dijemput gratis.
Program penjemputan santri yang difasilitasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik ini sudah berjalan mulai dari 29 Januari 2026 dan rencananya berlangsung hingga mendekati H-3 atau H-5 lebaran.
Kepala bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik, Suhartono menyampaikan bahwa program penjemputan santri ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang sudah berjalan sejak tahun 2022 atas dukungan Bupati dan Wakil bupati Gresik.
Saat ini penjemputan santri sudah dilakukan sebanyak enam kali termasuk penjemputan santri yang berasal dari Pulau Bawean Gresik.
Data santri yang sudah dijemput baik yang ke Bawean maupun ke Gresik terhitung dari 29 Januari hingga 10 Februari 2026, sebanyak 158 orang.
Baca juga: Korupsi Dana Hibah Senilai Rp 400 Juta, Tiga Pengurus Ponpes di Gresik Ditetapkan Tersangka
Teknis Penjemputan Santri
Teknis penjemputan santri asal Gresik disesuaikan dengan hasil koordinasi dengan pihak Pondok Pesantren.
“Mekanismenya, masing-masing pondok mengajukan jumlah santri yang akan dijemput. Nanti kami sesuaikan armadanya. Kalau jumlahnya sedikit bisa pakai ELF, kalau agak banyak pakai bus medium, dan kalau di atas 40 santri menggunakan bus besar,” ujar Suhartono.
Diketahui, jadwal penjemputan tidak sama untuk jadwal libur setiap pondok pesantren.
Ada beberapa pondok sudah mulai libur sejak awal Ramadan.
Seperti pada 29 Januari 2026 lalu, penjemputan dilakukan dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Kemudian disusul penjemputan dari Pondok Modern Gontor pada malam Sabtu dan Minggu, dan dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan pada Minggu dan Senin, kemarin.
Sedangkan untuk titik penurunan santri di wilayah Gresik, Dishub menyiapkan lokasi di Wisma Semen dan Masjid Ahmad Dahlan.
Sementara untuk santri yang menuju Pulau Bawean, penurunan dilakukan langsung di Pelabuhan Gresik.
“Penjemputan santri ini akan terus kami lakukan sampai mendekati H-3 atau H-5 lebaran 2026,”ujarnya.
Baca juga: Ratusan Siswa Unjuk Kemampuan di Lomba Kompetensi, LKS Dikmen Gresik 2026 Dibuka di SMK As Saadah
Meringankan Biaya dan Kurangi Kemacetan
Menurut Suhartono, program ini sangat membantu, terutama di tengah kondisi perekonomian yang saat ini dinilai kurang baik.
Dengan adanya program ini, Pemkab Gresik berharap mobilitas santri menjelang libur Lebaran bisa lebih tertib, aman, serta meringankan beban para wali santri.
Harapannya, program ini bisa meringankan beban orang tua atau wali santri.
Selain itu, juga untuk menekan angka kemacetan dan kecelakaan.
"Bayangkan kalau ribuan santri dijemput sendiri-sendiri, tentu akan menambah beban jalan. Dengan satu bus yang bisa mengangkut 30 sampai 50 orang, itu bisa mengurangi puluhan kendaraan di jalan,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jemput-santri-gratis-gresik.jpg)