Sabtu, 25 April 2026

BPBD Jatim Pasang Early Warning System Cegah Longsor di Wonosalam Jombang

BPBD Jatim pasang Early Warning System, cegah longsor di Desa Jarak, Wonosalam, Jombang. Alat aktifkan sirene dan lampu peringatan otomatis.

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi BPBD Jombang
BENCANA - Tim BPBD Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Jombang saat memasang alat Early Warning System (EWS) di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (18/12/2025). Pemilihan didasarkan pada analisis kerentanan wilayah, khususnya dengan keberadaan permukiman warga yang berada di bawah tebing. 
Ringkasan Berita:
  • BPBD Jatim pasang EWS di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Wonosalam, untuk antisipasi tanah longsor dekat permukiman.
  • EWS mendeteksi pergeseran tanah, aktifkan sirene dan lampu peringatan, serta kirim data ke pusat kendali BPBD.
  • Satu unit EWS lindungi sekitar 50 KK; EWS banjir sudah terpasang di empat titik berbeda di Kabupaten Jombang.

 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - BPBD Jawa Timur (Jatim) memasang sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) di kawasan rawan longsor Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Kamis (18/12/2025). 

Alat ini bertujuan mendeteksi pergeseran tanah dan memberi peringatan cepat bagi warga.

Lokasi pemasangan EWS dipilih berdasarkan analisis kerentanan wilayah. 

Permukiman warga di Tegalrejo berada tepat di bawah tebing curam, sehingga tingkat risiko tinggi dan memerlukan pengawasan ekstra.

“Rumah penduduk di Tegalrejo sangat dekat dengan lereng yang terjal, sehingga tingkat risikonya lebih tinggi dan memerlukan pengawasan ekstra,” ujar Wahyu Subianto, Agen Informasi Bencana BPBD Jatim, saat dikonfirmasi.

EWS Meminimalisir Risiko Korban Jiwa

Alat EWS yang terpasang mampu mendeteksi pergeseran, tanah dan secara otomatis mengaktifkan sirene serta lampu peringatan. 

Data pergerakan tanah juga dikirim ke pusat kendali BPBD Jatim dan kabupaten melalui jaringan internet.

Wahyu menambahkan, tidak semua area dengan retakan tanah dipasangi EWS. Lokasi lain, seperti Dusun Jumok di Desa Sambirejo, meski terdapat retakan belum diprioritaskan, karena kontur lereng lebih aman dan jaraknya relatif jauh dari pemukiman.

Saat ini, satu unit EWS longsor telah beroperasi untuk melindungi sekitar 50 kepala keluarga di Desa Jarak. 

Sementara untuk EWS banjir, sudah terpasang di empat titik berbeda di Kabupaten Jombang.

“Harapan kami, upaya ini bisa meminimalisir risiko korban jiwa jika bencana datang sewaktu-waktu, terutama karena area ini sangat dekat dengan pemukiman masyarakat,” pungkas Wahyu.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved