Minggu, 3 Mei 2026

Gubernur Khofifah Tinjau Pasar Murah Madiun, Dorong Program Pemda Untuk Kendalikan Inflasi

“Apa yang kami lakukan bersama bupati/wali kota selalu kami iringi dengan program komplementaritas seperti pasar murah,” ucapnya.

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Deddy Humana
Tribunnews.com/Febrianto Ramadani
SIDAK PASAR MURAH - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyapa masyarakat yang membeli kebutuhan bahan pokok di Pasar Murah, di Lapangan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (14/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jatim meninjau pasar murah di Madiun dan mendorong pemda untuk membangun sinergitas untuk mengendalikan inflasi.
  • Pasar murah digelar tidak berdekatan dengan pasar tradisional, dan menjadi cara melakukan penetrasi harga.
  • Pasar murah menjadi cara pemda untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Pemprov Jawa Timur terus membangun komplementaritas dengan seluruh program Bupati dan Wali Kota, salah satunya adalah pengendalian inflasi di tingkat daerah, lewat Pasar Murah.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai meninjau pasar murah di Lapangan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (14/12/2025) pukul 14.30 WIB.

Khofifah mengatakan, pasar murah bukan kompetitor pasar tradisional. Pasar murah tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga cara pemerintah melakukan penetrasi harga.

“Saya meminta kepada Disperindag, ketika ada kunjungan kerja selalu disertai pasar murah. Maka dari itu letak pasar murah jangan berdekatan dengan pasar tradisional,” ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial tersebut tidak menampik, pada momen tertentu seperti mendekati Natal dan Tahun Baru, maupun Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terus meningkat. 

Penguatan Daya Beli

Karena itu, harga bahan pokok yang dijual di pasar murah lebih terjangkau, jika dibandingkan dengan harga di pasar. Tujuannya membantu penguatan daya beli masyarakat.

Di antaranya beras SPHP rata-rata Rp13.000 per KG, sementara di pasar murah Rp11.000 per KG, atau Rp 55.000 per 5 KG. Kemudian telur yang saat ini Rp 29.000, dijual Rp 22.000 per KG.

Kemudian daging ayam rata-rata Rp 36.000 per KG, dijual Rp 30.000 per KG,gGula dengan HET Rp 17.800 dijual Rp 14.000 per KG, serta Minyakita yang bisa dijual Rp 16.800, di pasar murah hanya Rp 13.000.

“Apa yang kami lakukan bersama bupati/wali kota selalu kami iringi dengan program komplementaritas seperti pasar murah,” ucapnya.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menegaskan, pasar murah bisa menjadi ajang bagi para pelaku UMKM memamerkan produk andalannya.

“Pasar murah bisa menjadi sinergi dengan UMKM setempat. Biasanya ada produk-produk yang kira-kira bisa dikurasi untuk nanti dilanjutkan pada misi dagang. Sehingga pasarnya bisa lebih luas,” tandas Khofifah. ****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved